Menangkap Peluang Industri MICE

Agency Kick Off 2014 - Warrior Mentality
Agency Kick Off 2014 | Warrior Mentality | Zurich | adpro indonesia

Sebagai sebuah destinasi yang menjanjikan, Indonesia patut diperhitungkan oleh pasar wisata MICE (meeting, incentive, convention, and exibition). Perkembangannya bukan hanya di Jakarta saja, namun kini sudah merambah di kota satelit Jakarta dan berbagai kota besar lainnya.

Kehadiran MICE ini seolah menjadi pembuktian membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tidak salah bila seiring pertumbuhnya ekonomi, stabilitas politik dan keamanan yang semakin membaik, banyak investor lokal maupun asing yang terpincut berinvestasi di Tanah Air—baik sebagai penyelenggara ataupun peserta.

Terpuruknya ekonomi Eropa juga menjadi momentum bagi industri MICE di Indonesia untuk memikat konsumen, khususnya dari negara Asia Timur dan Timur Tengah. Apalagi, jumlah penduduk yang lebih dari 240 juta jiwa menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan konsumen dalam penyelenggaraan event-event berskala internasional. Lanjutkan membaca “Menangkap Peluang Industri MICE”

INACEB Diresmikan, MICE Lari Kencang

venuemagz inaceb
Foto : Venue/Ahmad

Pentingnya industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) terhadap perekonomian suatu negara membuat setiap negara berlomba-lomba mendatangkan wisatawan bisnis untuk mengadakan meeting, pameran, maupun perjalanan insentif di negara tersebut. Namun, tak mudah untuk memikat wisatawan bisnis dari seluruh dunia untuk datang. Harus ada upaya dari pemerintah suatu negara untuk berpromosi dan melakukan bidding agar kegiatan MICE dapat diboyong. Hal itulah yang menjadi tugas utama sebuah convention bureau.

Setelah menanti cukup lama akan kehadiran sebuah convention bureau nasional di Indonesia, akhirnya pada 28 Maret 2016 Kementerian Pariwisata meresmikan dibentuknya Indonesia Convention and Exhibition Bureau (INACEB) dengan ketuanya adalah Budi Tirtawisata. Kehadiran INACEB ini diharapkan dapat mendongkrak posisi Indonesia sebagai destinasi MICE dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara di Asia Tenggara yang telah lama memiliki convention bureau dan menghasilkan prestasi cukup membanggakan.

INACEB nantinya akan menjadi mitra kerja Kementerian Pariwisata untuk mendukung program Wonderful Indonesia, terutama untuk mempromosikan berbagai kota di Indonesia yang memenuhi kriteria sebagai destinasi MICE. Keberadaan INACEB akan mengintegrasikan seluruh kekuatan industri MICE agar dapat bersaing di pasar internasional karena karakteristik pasar MICE yang fokus pada asosiasi dan korporat akan lebih efektif untuk dimenangkan melalui kekuatan kelompok dalam wadah INACEB. Lanjutkan membaca “INACEB Diresmikan, MICE Lari Kencang”

9 Pilar Strategi Pengembangan Destinasi MICE Di Indonesia

Indonesia Creative Cities Conference 2015
Indonesia Creative Cities Conference 2015

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera dimulai tak lebih dari satu semester lagi. Sementara itu, daerah-daerah di Indonesia belum 100 persen siap untuk menyambutnya, terutama dalam industri MICE. Masih banyak daerah yang belum siap secara infrastruktur, akomodasi, maupun belum memiliki sumber daya manusia yang profesional atau berkualitas baik. Padahal, industri MICE sangat wajib dikembangkan karena dampak ekonomi yang dihasilkan sangat besar dibandingkan oleh industri wisata leisure biasa.

Oleh karena itulah, Kementerian Pariwisata mengadakan konvensi dengan praktisi, akademisi, dan pelaku industri MICE di Indonesia merumuskan apa saja hal penting yang harus dilakukan oleh semua daerah, terutama 16 destinasi MICE yang telah ditetapkan oleh pemerintah, agar destinasi tersebut siap menyambut MEA. Yang terpenting, dengan membaiknya industri MICE di daerah tersebut, kunjungan wisatawan tak akan pernah sepi ke destinasi itu, baik wisatawan leisure maupun wisatawan bisnis.

Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Wisnu Budi Sulaiman, CEO Puntama Convex, bahwa “Kita sedang dikejar-kejar waktu”, maka inilah 9 pilar strategi pengembangan destinasi MICE di Indonesia yang harus diperbaiki seluruh daerah. Lanjutkan membaca “9 Pilar Strategi Pengembangan Destinasi MICE Di Indonesia”

Event 2016

Event 2016 :

PT GUDANG GARAM

Projam Boyolali
Projam Boyolali
 

Event : PROJAM LIVE IN CONCERT

Date : 27 Februari 2016

Venue : Alun-Alun Boyolali

Content : Konser Shaggydog dan Tipe-X

 


 

SATRIA MUDA PERTAMINA

Pre Event NBL Yogyakarta Satria Muda Pertamina - Unity In Diversity
Pre Event IBL Yogyakarta Satria Muda Pertamina – Unity In Diversity

Event : UNITY IN DIVERSITY

Date : 25 – 27 Februari 2016

Venue : Atrium Lippo Plaza Yogyakarta

Content : Pre Event IBL Yogyakarta Satria Muda Pertamina, Game, Press Conference

Lima Tren Social Marketing 2016

social-marketing mixWajah social marketing berubah. Perubahan itu tentu saja berdampak pada strategi brand. Artinya, pemasar (marketer) dituntut untuk mengetahui perubahan yang tengah terjadi di social marketing. Dengan mengetahui perubahan itu, pemasar dapat merancang strategi komunikasi yang efektif untuk brand lewat social marketing.

Ada lima tren social marketing yang wajib dicermati oleh para pemasar ketika akan merancang strategi social marketing mereka. Apa saja? Lanjutkan membaca “Lima Tren Social Marketing 2016”

Event 2015

Event 2015 :

POSE IN HOTEL SOLO

New Year In Pose In Hotel Solo
New Year In Pose In Hotel Solo

Event : NEW YEAR PARTY 2016

Date : 31 Desember 2015

Venue : Ballroom Pose In Hotel Solo

Content : Perayaan Pergantian Tahun


 

NESTLE INDONESIA

Milo In Store Program 2015
Milo In Store Program 2015

Event : MILO IN STORE PROGRAM 2015

Date : Oktober – Desember 2015

Venue : Hypermart Solo Grand Mall, Hypermart Solo Square, Giant Godean, Hypermart Jogja City Mall

Content : Promo Produk, Undian Langsung


 

LENOVO INDONESIA

Lenovo Gaming League 2015
Lenovo Gaming League 2015

Event : LENOVO GAMING LEAGUE 2015

Date : 18 – 20 Desember 2015

Venue : DP Mall Semarang

Content : DOTA 2 Game Compeition


Lanjutkan membaca “Event 2015”

Penyelenggara Acara (EO) dan Pelaksana Acara (team EO)

Penyelenggara Acara (EO) adalah jasa penyelenggara sebuah acara. Misalnya seminar, perkawinan, ulang tahun, rapat tahunan, dsb. Setiap penyelenggara acara biasanya menunjuk team pelaksana acara. Penyelenggara Acara ditunjuk oleh klien untuk keperluan keseluruhan acara. Penyelenggara acara membentuk team kecil untuk kelancaran acara.
Tugas Penyelenggara acara adalah membantu kliennya (client) untuk dapat menyelenggarakan acara yang diinginkan. Bisa jadi hal ini karena keterbatasan sumber daya, jarak klien dengan lokasi acara atau waktu yang dimiliki klien, namun penggunaan jasa EO. juga dimungkinkan dengan alasan agar penyelenggaraannya profesional sehingga hasilnya lebih bagus daripada bila dikerjakan sendiri.
Menurut buku, “EO, 7 Langkah Jitu Membangun Bisnis Event Organizer” ditulis oleh professional Event Organizer, Yudhi Megananda, EO dalam konteks sebagai sebuah bisnis memiliki definisi sebagai berikut : Usaha dalam bidang jasa yang secara sah ditunjuk oleh clientnya, guna mengorganisasikan seluruh rangkaian acara, mulai dari perencanaan, persiapan, eksekusi hingga evaluasi, dalam rangka membantu mewujudkan tujuan yang diharapkan client dengan membuat acara.”
Berhasil tidaknya sebuah Event Organizer ditentukan oleh adanya persiapan yang matang sebuah EO dengan teamnya. Acara yang memang sudah dipersiapkan sejak dini, pertemuan penting dan rutin sebelum diadakannya acara pada hari H adalah wujud professional kerja EO tentu memerlukan keseriusan yang matang. Agar acara yang dibuat dapat berjalan sesuai rencana, maka waktu persiapan juga sangat menentukan, lama tidaknya waktu persiapan juga ditentukan oleh besar kecilnya sebuah acara. Lanjutkan membaca “Penyelenggara Acara (EO) dan Pelaksana Acara (team EO)”