Lima Tren Social Marketing 2016

social-marketing mixWajah social marketing berubah. Perubahan itu tentu saja berdampak pada strategi brand. Artinya, pemasar (marketer) dituntut untuk mengetahui perubahan yang tengah terjadi di social marketing. Dengan mengetahui perubahan itu, pemasar dapat merancang strategi komunikasi yang efektif untuk brand lewat social marketing.

Ada lima tren social marketing yang wajib dicermati oleh para pemasar ketika akan merancang strategi social marketing mereka. Apa saja?

  1. Konten Harus Visual
    Konten social marketing yang harus dihadirkan adalah konten visual. Mengapa? Karena, konten visual mampu menciptakan engagement rate (tingkat keterlibatan) yang lebih tinggi. Pada Instagram—yang notabene bermain dengan visual—engagement rate-nya mencapai 4,21%. Bandingkan dengan social media lain yang kotennya tidak melulu visual, seperti Facebook yang engagement rate-nya 0,7%, bahkan Twitter hanya 0,3%.
  2. Perkaya Konten dengan Gambar Bergerak
    Iklan sosial dengan cinemagraph mampu menciptakan engagement 60% lebih banyak. Bahkan, penggunaan animasi di email mampu menciptakan peluang untuk dilihat dan di-klik, yakni mencapai 26% lebih tinggi. Oleh karena itu, konten video sangat bagus untuk sosial marketing. Itu sebabnya, pemasar harus mencari cara untuk membuat gerakan dalam konten. Cara paling sederhana yang dapat dilakukan adalah membuat teks bergerak atau membuat video.
  3. Eranya Livestreaming
    Tahun lalu, Periscope dan Meerkat mengguncang dunia video dengan platform livestreaming mobile. Facebook baru-baru ini juga bergabung dengan “pasar livestreaming”. Baru-baru ini, Facebook mem-posting berita yang menarik untuk dicermati. Isinya, “Orang-orang menghabiskan 3x lebih banyak waktu untuk menonton Facebook Live Video dibandingkan video yang tidak live.” Itu artiya, saat ini audience lebih menyukai konten yang sifatnya real time.
  4. Mobile Sudah Menjadi Wajib
    Pada 2015, 51% masyarakat mengkonsumsi media digital melalui perangkat mobile. Sementara itu, konsumsi media digital lewat PC atau desktop hanya 42%. Oleh karena itu, para pencipta atau perancang konten dituntut untuk memiliki mobile mindset terlebih dahulu, demi menciptakan engagement yang tinggi.
  5. Video Adalah Raja
    Video is the king dibuktikan oleh sejumlah fakta berikut ini. Dalam satu hari, rata-rata ada 8 miliar video di Facebook yang ditonton. Sedangkan Snapchat, rata-rata per harinya ada 6 miliar video yang ditonton. Sementara itu, rata-rata durasi menonton YouTube di setiap mobile mencapai 40 menit. Adapun 81% dari segmen milenium menggunakan Youtube dan 67% millenium merasa mereka dapat menemukan video apapun di Youtube untuk belajar. (source : http://www.mix.co.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s