Menciptakan Impactful Event

Menciptakan Impactful Event

“Tiada hari tanpa membuat konsep event”

Begitu kira-kira yang ada di benak seorang pembuat konsep, saking padatnya permintaan merancang event akhir-akhir ini. Bagi sang konseptor, membuat event jauh lebih menguras energi dan pikiran ketimbang membuat program iklan televisi misalnya. Meskipun sama-sama mengandalkan kreativitas, namun sekarang dibutuhkan kepintaran menciptakan suasana dengan tetap mempertimbangkan ruang dan waktu serta hasil yang diterimanya. Intinya, konsep event lebih kompleks dan njlimet daripada konsep iklan.

Ada tiga aspek yang memberikan kontribusi berhasil tidaknya brand activation, yaitu :

  1. Konsep Dan Kreativitas
  2. Konsep matang yang dibangun dari sebuah ide kretif adalah bekal penting sebelum memulai kegiatan. Konsep harus terkait dengan objektif kegiatan dan kepentingan merek. Oleh karena itu, dibutuhkan diskusi panjang dan brainstorming berhari-hari untuk menggodog konsep dan menggali ide kreatif tersebut. Kenapa? Karena kekuatan konsep akan menjadi penentu sukses tidaknya sebuah event. Dalam hal ini brand objective harus sangat jelas. Selain brand objective yang harus sangat jelas, target dan sasaran merek juga harus jelas pula. Jika kedua hal itu dapat ditemukan, akan mudah mengeluarkan ide yang out of the box.

  3. Penyelenggaraan
  4. Yang dimaksud penyelenggaraan, antara lain, pemilihan venue, pemilihan acara, pemilihan endorser, dan lain-lain.
    Seringkali penyelenggara event hanya berprinsip bagaimana agar acaranya ramai, meriah, dan ditonton banyak orang. Dalam konteks objektif penyelenggaraan brand activation yang mengesankan, jelas meleset. Sebab, sebuah event diselenggarakan bertujuan untuk membangun aktivasi merek. Dengan demikian, event tidak boleh hanya meriah, namun nama brand-nya tenggelam. Istilahnya, key message dan brand image menjadi terabaikan. Apapun alasannya, sisi pemasaran brand activation tidak boleh diabaikan. Event tidak boleh sekedar menghibur, namun harus ada reason behind-nya yang in-line dengan tujuan mengkomunikasikan brand message dan brand image. Dengan begitu, target audience juga akan ter-edukasi dan akan selalu memgingat brand penyelenggaranya. Event baru boleh dibilang berhasil jika setelah event, brand-nya masih tetap diingat  orang plus produknya laku. Jadi tidak hanya naik sales-nya saat event terselenggara.

  5. Alat Ukur Yang Sahih
  6. Tentang hal ini, alat ukur yang tersedia saat ini lebih banyak dibandingkan dulu. Dulu, alat ukur hanya berupa feedback dari klien/pemilik brand dan dari pengunjung (yang didapat dari angket atau indirect interview). Tapi sekarang sudah tersedia media khusus ”mengukur” industri ini. Jadi EO bisa memonitor juga dari media. Sumber : mixmagz


Artikel terkait :

Alat Ukur Keberhasilan Sebuah Event

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s