Sistem Audio untuk Seminar

Sistem Audio untuk Seminar


Seberapa penting sistem audio itu dalam sebuah seminar dan bagaimana merancang audio seminar yang baik?

Kalau ditanya seberapa penting, jelas audio dalam sebuah seminar itu sangat penting. Bayangkan saja, jika dalam sebuah seminar yang dihadiri ratusan atau bahkan ribuan orang, si pembicara harus teriak-teriak tidak menggunakan pengeras suara. Selain si pembicara akan kehabisan suara usai seminar, materi yang disampaikan pun tak akan maksimal diterima oleh peserta seminar.

Dibandingkan dengan sistem audio untuk konser atau broadcasting, audio seminar memang lebih sederhana. Jika untuk acara konser, desibelnya mencapai 116, untuk seminar 100 desibel itu sudah cukup, tapi faktor luas ruang juga akan memengaruhi. Inti dari sebuah sistem audio seminar itu adalah bagaimana caranya peserta seminar dapat mendengar dengan baik dan jelas apa yang disampaikan oleh si pembicara.

Langkah sederhana yang perlu diperhatikan di sini adalah pemakaian microphone. Setidaknya, si supplier sound system harus menggunakan dua microphone dengan karakter berbeda. Satu untuk karakter pria dan satu lagi untuk wanita.

Harry Kiss dalam mendesain audio seminar biasanya menggunakan sistem wireless, minimum menggunakan empat frekuensi. Tapi, biasanya yang dipakai itu hanya dua, disesuaikan dengan microphone pria dan wanita, dua lagi sebagai cadangan.

Untuk loudspeaker yang akan digunakan, disesuaikan dengan ruangan dan jumlah peserta sebuah seminar. Misalnya, ketika mendesain sistem audio sebuah perusahaan multi level marketing Amway di Istora Senayan beberapa waktu lalu, jumlah peserta seminar yang mencapai 7.000 ribu orang dan luas Istora yang lumayan besar mengharuskan Harry Kiss menggunakan sekitar 24 buah unit V8 mini me.

Semua unit itu diletakkan dengan cara digantung di atas dengan perinciannya sebagai berikut: untuk speaker PAdigunakan dua belas mini me, enam ditaruh di sisi kiri dan enam lagi diletakkan di sisi kanan. Center fill menggunakan dua unit. Speaker delay memakai tiga unit untuk sisi kanan dan tiga unit di sisi kiri, serta speaker out fill dipasang dua unit di kiri dan dua unit di kanan. Selain itu, digunakan pula empat buah subwoofer.

Dan, bila terjadi persoalan di akustik ruang seperti di Istora Senayan, biasanya kita akan menggunakan kain-kain untuk meredam suara. Kain sebagai peredam itu akan digantung di atap dan ditempelkan pada dinding bagian bawah Istora Senyan. Mafhum, Istora itu bukan venue untuk seminar, tapi stadion bulu tangkis.

sumber : venuemagz.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s