<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AdPRO Indonesia</title>
	<atom:link href="http://adproindonesia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adproindonesia.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 09:03:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adproindonesia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/24880d1e776141a47b454016ab310b79?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>AdPRO Indonesia</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adproindonesia.wordpress.com/osd.xml" title="AdPRO Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adproindonesia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Produktivitas dimulai dari Meja Kerja</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/06/01/produktivitas-dimulai-dari-meja-kerja/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/06/01/produktivitas-dimulai-dari-meja-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 09:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[Apakah akhir-akhir ini Anda merasa uring-uringan begitu berada di kantor? Jika ya coba perhatikan, apakah meja kerja Anda masuk dalam kategori berantakan? Tak hanya menimbulkan stress, kondisi meja yang amburadul juga bisa mengurangi produktivitas kerja. Ingatlah, meja kerja adalah tempat di mana Anda paling banyak menghabiskan waktu dibandingkan titik manapun di penjuru kantor. Jadi bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1219&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Apakah akhir-akhir ini Anda merasa <em>uring-uringan</em> begitu berada di kantor? Jika ya coba perhatikan, apakah meja kerja Anda masuk dalam kategori berantakan? Tak hanya menimbulkan stress, kondisi meja yang amburadul juga bisa mengurangi produktivitas kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah, meja kerja adalah tempat di mana Anda paling banyak menghabiskan waktu dibandingkan titik manapun di penjuru kantor. Jadi bagaimana mau berfikir jernih jika komputer, telepon, <em>scanner, printer</em> malang melintang di atas meja. Bahkan ketika <em>load</em> pekerjaan sedang sangat tinggi, semua berkas muncul di atas meja, sampai permukaan meja sama sekali tidak terlihat. Meja tak ubahnya gudang dan anda seringkali kesulitan mencari <em>file-file</em> lama yang tiba-tiba dibutuhkan bos. Tak hanya menimbulkan stress, kondisi meja yang berantakan juga bisa mengurangi produktivitas kerja.<span id="more-1219"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika Anda termasuk dalam kategori yang memiliki meja kerja kurang teratur sebaiknya benahi dari sekarang, sebelum terlambat. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu dalam merapikan meja kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Rapikan semua kertas-kertas yang ada di meja dan buat 3 bagian yang terdiri dari <strong><em>INPUT, PROCESSING,</em></strong> dan <strong><em>FINISHED</em></strong>. Beritahukan kepada orang-orang yang berhubungan dengan anda untuk selalu meletakkan dokumenkerja baru pada bagian <strong><em>INPUT</em></strong>, lalu tidak perlu menanyakan dokumen yang belum ada di folder <strong><em>FINISHED</em></strong> (karena sudah dipastikan dokumen tersebut belum selesai dikerjakan).</p>
<p style="text-align:justify;">Letakkan <em>HANYA</em> yang diperlukan diatas meja, seperti set komputer, buku agenda, peralatan tulis menulis, rak file, serta kertas-kertas bekas yang biasa digunakan untuk coret-coret secara instan. Semua barang yang tidak diperlukan sebaiknya diletakkan di dalam laci. Dengan demikian anda pasti akan lebih mudah mencari barang-barang yang memang diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlakukan <em>file</em> di dalam komputer sama dengan yang di atas meja kerja. Buatlah 3 <em>folder</em> seperti yang sudah dijelaskan diatas, serta file-file penting sebaiknya diletakkan di-desktop guna mempermudah navigasi serta pencarian. Jangan lupa juga untuk selalu <em>back-up</em> file penting tersebut, sebagai <em>safety precaution</em> jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti komputer anda rusak.</p>
<p style="text-align:justify;">Rapikan meja kerja jika ingin meninggalkan kantor, atau paling tidak jika anda masih menyisakan pekerjaan letakkan file tersebut pada folder <strong><em>PROCESSING</em></strong> dimana anda bisa melanjutkan pekerjaan tersebut keesokan harinya. Selain bisa menemukan berbagai barang yang harus dibawa pulang supaya tidak ketinggalan, kebiasaan ini membuat anda tidak perlu repot ketika memulai kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Ubah posisi barang yang ada di meja 3 bulan sekali untuk menghilangkan kejenuhan di kantor yang bisa berakibat menurunnya kreativitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada baiknya kita belajar dari filosofi orang Jepang. Para pekerja di Jepang memiliki konsep <strong>5S</strong> dalam pengaturan rumah, termasuk bagian ruangan untuk bekerja. Yaitu <em><strong>Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu</strong></em>, dan <strong><em>Shitsuke</em></strong>. <em><strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Seiri</strong></em> adalah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, singkirkan yang tidak perlu dan pertahankan yang memang perlu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Seiton</strong></em> atau <em>proper arrangement</em> adalah meletakkan barang-barang sedemikian rupa sehingga mudah dicapai jika diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Seiso</em></strong> dalam menjaga sesuatunya selalu bersih, jangan sampai ada sampah atau kotoran di tempat kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan <em><strong>seiketsu</strong></em>, adalah mempertahankan kondisi bersih itu secara abadi, setelah dibersihkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan <strong><em>shitsuke</em></strong> bisa diterjemahkan sebagai komitmen. Sekalipun bukan bagian dari 4S sebelumnya, tapi prinsip ini mengajarkan untuk mematuhi dan mengambil sebuah standar terhadap empat komposen sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika meja kerja sudah tertata rapi, rasakan perbedaannya. Anda akan lebih segar berfikir dan selalu siap dengan presentasi yang matang ketika bos membutuhkan pemikiran Anda. (sumber majalah mix 05/viii/mei/2011)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1219&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/06/01/produktivitas-dimulai-dari-meja-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Pemasaran di Indonesia Tahun 2011: 9 Strategi Generik</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/03/01/kiat-sukses-pemasaran-di-indonesia-tahun-2011-9-strategi-generik/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/03/01/kiat-sukses-pemasaran-di-indonesia-tahun-2011-9-strategi-generik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 05:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[MICE]]></category>
		<category><![CDATA[public relations]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1178</guid>
		<description><![CDATA[Kiat Sukses Pemasaran di Indonesia Tahun 2011: 9 Strategi Generik &#160; Tahun 2011 adalah tahun cantik dalam sejarah. Jika diperhatikan dengan seksama, 2011 adalah tahun pertama di dekade kedua dalam milenium ketiga menurut kalender Masehi. Di Indonesia sendiri, 2011 akan tercatat dalam tonggak sejarah pemasaran. Pasalnya, perilaku konsumen akan berubah drastis menjadi lebih konsumtif baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1178&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Kiat Sukses Pemasaran di Indonesia Tahun 2011: 9 Strategi Generik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<div style="text-align:justify;">
<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2011/01/cover-story.jpg"><img title="cover-story" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2011/01/cover-story-300x191.jpg" alt="" width="300" height="191" /></a></p>
</div>
<div id="t-cms-content" style="text-align:justify;">Tahun 2011 adalah tahun cantik dalam sejarah. Jika diperhatikan  dengan seksama, 2011 adalah tahun pertama di dekade kedua dalam milenium  ketiga menurut kalender Masehi. Di Indonesia sendiri, 2011 akan  tercatat dalam tonggak sejarah pemasaran. Pasalnya, perilaku konsumen  akan berubah drastis menjadi lebih konsumtif baik karena didorong oleh  semakin meningkatnya kesejahteraan (GDP per kapita mencapai USD 3000)  maupun semakin banyaknya pendekatan pemasaran yang memicu konsumsi.Apa saja yang akan terjadi di tahun 2011 yang menarik bagi pemasar?  Di MarkPlus, kami melihat Indonesia akan semakin merasakan tren 3C:  semakin <strong><em>connected-nya </em></strong>masyarakat Indonesia<strong> </strong>karena dorongan teknologi, semakin <strong><em>credible</em></strong>-nya posisi Indonesia di dunia, dan semakin <strong><em>creative</em></strong>-nya  pasar Indonesia. Di artikel ini, kami akan berfokus pada pergeseran  pasar Indonesia menjadi semakin kreatif karena dominasi pasar <em>urban</em>, <em>middle class</em>,<em> </em>dan <em>youth-women-netizen</em> dan strategi generik yang dibutuhkan perusahan di tahun 2011.  Pertama,  simak tren perubahan pasar hasil pantauan MarkPlus Consulting berikut.<span id="more-1178"></span>&nbsp;</p>
<p><strong>TREN PERUBAHAN PASAR</strong></p>
<p><strong><em>Urban Movement</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Diestimasi di akhir tahun 2010, sudah separuh lebih penduduk  Indonesia menghuni daerah urban. Ini menjadi titik balik dari kondisi  dalam lima tahun terakhir di mana penduduk pedesaan masih sedikit lebih  banyak dari penduduk perkotaan. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS)  pernah memprediksi bahwa dengan tren sekarang, di tahun 2025 sekitar 68%  penduduk akan bermukim di daerah perkotaan. Karena itu tidak berlebihan  jika MarkPlus Consulting menyoroti tren <em>urban movement</em> di 2011.</p>
<p>Perpindahan menuju daerah perkotaan mempunyai banyak implikasi bagi  psikografi dan perilaku konsumen.  Pertama, pengeluaran konsumen  cenderung akan meningkat karena biaya hidup dan pola konsumsi yang  meningkat. Karena <em>Social Economic Status</em> (SES) dan posisi  konsumen dalam piramida perekonomian di Indonesia ditentukan berdasarkan  tingkat pengeluarannya, kita akan melihat perpindahan konsumen dari  bawah piramida ke tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>Seperti apa gaya hidup masyarakat baru penghuni perkotaan?</p>
<p>Yang pasti, mereka mempunyai gaya hidup yang serba cepat. Karena itu mobilitas menjadi penting. Telepon genggam, kerap dengan <em>mobile internet</em>, wajib dibawa. Bahkan, <em>urban consumer</em> di tingkat teratas juga sering membawa <em>gadget</em> pelengkap seperti <em>netbook</em> atau <em>tablet</em>.  Mereka biasanya mempunyai kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda  empat tergantung daya belinya. Seringkali, mereka mengandalkan  pembayaran dengan kartu kredit atau debit dan jarang sekali membawa uang  tunai yang terlalu banyak. Karena mereka tinggal di perkotaan dengan  begitu banyak penawaran pemasaran, mereka menjadi terbiasa memproses  informasi dengan cepat, baik yang dibaca melalui televisi atau media  lainnya. Karena itu, semakin sulit dicerna, semakin diabaikanlah konten  dari suatu informasi.</p>
<p>Selain itu, gaya hidup dan fashion mereka sangat terpengaruh dunia  luar. Area mal dan kafe luar ruang menjadi menarik karena ini menjadi  sumber referensi mereka terhadap tren yang terjadi di lingkungan  sekitarnya. Terutama di Indonesia dan Asia pada umumnya, konsumen masih  sangat tergantung pada opini publik. Semua yang terlihat menjadi tren  akan menjadi tren yang sesungguhnya karena banyaknya konsumen yang  mendukung.</p>
<p><strong><em>Middle Class Emergence</em></strong></p>
<p><em>Middle class</em> boleh didefinisikan secara sederhana sebagai  orang yang sudah berada di atas garis kemiskinan sehingga sudah dapat  memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mereka tidak lagi berjuang untuk hidup  dan sekitar sepertiga penghasilan mereka, menurut <em>The Economist</em>,          adalah untuk <em>discretionary spending</em> atau pengeluaran non-wajib. Karena itu, mereka mampu membeli barang-barang kebutuhan non-pokok.</p>
<p>Menurut riset Asian Development Bank (ADB) di 80 negara, <em>middle class</em> secara umum lebih progresif pemikirannya dibandingkan <em>lower class</em> karena mereka mempunyai kesempatan untuk berpikir di luar pemenuhan  kebutuhan pokok. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap kompetisi di  pasar, kesetaraan gender, peluang peningkatan pendapatan, aktivitas  politik, dan teknologi. Karena mereka menyadari bahwa mungkin untuk naik  ke SES yang lebih tinggi, secara umum mereka merupakan pekerja keras  dan bahkan mempunyai jiwa kewirausahaan yang tinggi.</p>
<p>Data resmi BPS terakhir menunjukkan bahwa tahun 2009, ada sekitar 93 juta <em>middle class</em> di Indonesia atau 43% dari total penduduk Indonesia. Di tahun 2011,  jumlahnya diprediksi meningkat 1-2 juta jiwa seiring tren semakin  kecilnya penduduk di bawah garis kemiskinan. Mereka cenderung bekerja di  sektor keuangan, jasa, perdagangan, dan manufaktur. Mereka jarang  sekali bekerja di sektor pertanian dan konstruksi. Bahkan sepertiga dari  mereka lulusan S1. Karena pemikirannya yang lebih terbuka dan daya  belinya yang cukup besar, <em>middle class</em> Indonesia ini menjadi potensi pasar yang menarik di tahun 2011.</p>
<p>Jika ditelaah dari contoh-contoh kasus negara lain yang lebih dulu mengalami peningkatan jumlah <em>middle class</em>, implikasi dari tumbuhnya segmen pasar ini biasanya langsung terlihat dari penjualan <em>consumer durables</em> yang melonjak naik. Di Indonesia, <em>consumer durables</em> yang paling populer tentu saja adalah telepon genggam yang penetrasinya  sudah mencapai sekitar 60%. Penjualan kendaraan bermotor juga akan  meningkat. Seperti diprediksi sebelumnya, 825 ribu mobil and 8 juta  motor akan terjual di tahun 2011. Selain itu, akan semakin banyak  bermunculan wirausahawan-wirausahawan baru di berbagai sektor. Di sektor  korporasi, akan semakin bermunculan inovasi-inovasi produk baru yang  berusaha menjangkau segmen ini dengan harga yang sesuai dengan daya beli  mereka. Karena segmen ini kebanyakan berpendidikan, tuntutan mereka  terhadap pelayanan semakin besar. Secara keseluruhan, karena konsumsi  segmen ini akan meningkat tajam, perekonomian Indonesia yang dimotori  konsumsi akan semakin besar.</p>
<p>Akan tetapi, ada konsekuensi negatif dari berkembangnya segmen ini.  Pertama, daya dukung lingkungan akan semakin terbatas mengingat  penggunaan energi oleh segmen ini cukup besar. Umumnya, sebagai tren  penyeimbang, akan bermunculanlah <em>green technology</em> seperti yang sebelumnya dibahas. Kedua, pada umumnya di negara yang tumbuh <em>middle class</em>-nya,  masalah kesehatan seperti kegemukan mulai muncul. Ini karena gaya hidup  segmen ini yang mulai menjurus tidak sehat layaknya seperti di  negara-negara maju.</p>
<p><strong><em>Youth-Women-Netizen Supremacy</em></strong></p>
<p>Di awal tahun 2010, MarkPlus Consulting memprediksi munculnya tiga <em>sub-culture</em> baru: <em>Youth</em>, <em>Women</em>, <em>Netizen</em>.  Sepanjang tahun, kami terus mengamati perilaku ketiganya melalui  berbagai riset lapangan bekerja sama dengan MarkPlus Insight. Temuan  kami semakin mengkonfirmasi pentingnya 3 <em>sub-culture</em> ini akan terus berlanjut di tahun 2011.</p>
<p>Sekitar 40% <em>Youth</em>—konsumen usia 14 sampai 35—lebih berani mencoba produk baru dan sekitar 60% menggunakan <em>new media</em>. Pemasar yang berniat menelurkan produk atau kampanye pemasaran baru di tahun 2011 wajib memperhatikan secara seksama <em>Youth sub-culture</em>.  Segmen ini juga mempunyai kecenderungan untuk berkumpul dalam  komunitasnya di antaranya dalam hal olahraga dan musik. Tidak seperti  segmen lainnya, media yang paling sering diakses adalah internet.  Penggunaan media internet oleh <em>Youth</em> bahkan mengalahkan  penggunaan media televisi oleh konsumen pada umumnya. Selain idealis,  segmen ini di Indonesia sangat berorientasi pada prestasi. Ini terlihat  dari pola pikir mereka yang sangat takut gagal dalam sekolah dan karir.</p>
<p>Untuk segmen <em>Women</em>, kami menemukan bahwa lebih dari 80% segmen ini di Indonesia memegang kontrol keuangan rumah tangga. <em>Women </em>menentukan  apakah harga sebuah produk terjangkau atau sesuai dengan kualitas atau  malah terlalu mahal. Pemasar yang merencanakan penetapan harga baru di  tahun 2011 mesti memeriksa persepsi <em>Women</em> terhadap harga tersebut. Seperti lazim diketahui, <em>Women</em> juga kerap menjadi pembuat keputusan untuk pembelian dalam rumah tangga  karena kecenderungan mereka yang peduli tidak hanya terhadap dirinya  sendiri tetapi juga terhadap keluarga. Sekitar 48% dari mereka membeli  produk untuk suami dan 48% dari mereka juga membeli produk untuk  orangtua mereka. Ada 35% yang membeli untuk anak-anak dan 20% untuk  saudara laki-laki atau perempuannya.</p>
<p><em>Netizen</em> yang didefinisikan sebagai konsumen yang aktif di  dunia maya juga sangat penting peranannya dalam dunia pemasaran. Di  Indonesia, saat ini 1 dari 3 keluarga di perkotaan mempunyai akses  internet. Delapan dari 10 pengguna telepon genggam menggunakannya untuk  internet. Sembilan dari 10 pengguna internet mempunyai <em>Facebook account</em>. Sekitar 40% <em>Netizen</em><em> </em>membicarakan  (mempromosikan atau mengkritik) produk-produk yang mereka ingin beli  atau sedang gunakan di internet. Untuk bisa dibicarakan secara positif  di dunia maya yang semakin menjadi sumber informasi konsumen, pemasar  perlu mengawasi pembicaraan yang terjadi di antara <em>Netizen</em>.</p>
<p>Melihat dari karakteristik masing-masing <em>sub-culture</em>, jika komunitas konsumen diibaratkan sebagai sebuah perusahaan, <em>Youth</em> akan menjadi <em>Chief Innovation Officer</em>, <em>Women</em> akan menjadi <em>Chief Financial Officer</em>, dan <em>Netizen</em> akan menjadi <em>Chief Marketing Officer</em>. Sebagai tiga <em>sub-culture</em> yang paling berpengaruh setahun terakhir, mereka akan semakin penting  bagi setiap pemasar di tahun 2011. Jika tahun 2010 adalah tahun <em>youth-women-netizen emergence</em>, tahun 2011 adalah tahun <em>youth-women-netizen supremacy</em>.</p>
<p><strong>STRATEGI PEMASARAN GENERIK DI TAHUN 2011</strong></p>
<p>Untuk bisa sukses memanfaatkan tren di 2011, pemasar sebaiknya menjalankan sembilan strategi generik.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong>Strategi #1: Fokus pada <em>Youth</em>, <em>Women</em>, dan <em>Netizen</em> <em>Sub-Cultures</em></strong></p>
<p>Untuk memenangkan persaingan memperebutkan ketiga <em>sub-culture</em> penting ini, pemasar perlu jeli memahami perilaku mereka. Karena <em>Youth</em> sangat terbuka terhadap <em>new media</em>, pemasar perlu “nyambung” dengan mereka melalui <em>social media</em>.  Masuklah ke dalam komunitas mereka dan aktiflah memulai percakapan yang  relevan dengan dunia mereka. Ciptakanlah kedekatan antara merek yang  Anda miliki dengan hasrat dan kegelisahan mereka. Menurut hasil riset,  kegelisahan mereka berpusat pada pencapaian prestasi dan ketakutan gagal  baik di dunia sekolah maupun karir. Terakhir, beri mereka <em>empowerment</em> dan libatkanlah mereka dalam kegiatan pembuatan produk atau pemasaran  produk Anda. Tumbuhkan kepercayaan diri mereka dan merek Anda akan  menjadi merek pilihan.</p>
<p>Untuk menarik hati <em>Women</em>, kepercayaan adalah segalanya.  Ingat bahwa mereka adalah pintu gerbang pemasaran kepada keluarga  mereka. Karena mereka sangat peduli terhadap <em>well-being</em> keluarga, sangatlah penting menjaga kepercayaan mereka terhadap merek  Anda. Tawarkan sesuatu yang bisa membuat mereka merasa aman dan nyaman  meneruskan suatu merek Anda ke keluarga mereka. Eksklusivitas juga  sangat penting bagi wanita. Tidak heran, mereka paling anti memakai baju  yang sama dengan wanita lainnya. Tawarkan sesuatu yang eksklusif,  mereka akan memilih merek Anda dibandingkan kompetitor. Selain itu,  mereka adalah orang pertama yang mengikuti tren gaya hidup. Bantu mereka  mengikuti tren dengan <em>update</em> rutin yang ada hubungannya dengan industri Anda, maka mereka akan merasa lebih dekat dengan Anda.</p>
<p><em>Netizen</em> terkenal suka melakukan <em>conversation</em> di  dunia maya. Pendekatan pemasaran yang akan membantu Anda memikat mereka  di tahun 2011 adalah penciptaan jalur bagi mereka berinteraksi dengan  merek Anda. Selain itu, buatlah satu forum atau jaringan sehingga mereka  bisa berkomunikasi satu sama lain. Selain itu, <em>Netizen</em> terkenal sangat suka dengan <em>gadget</em>. Buatlah diri Anda mudah untuk diakses melalui <em> gadget</em> mereka baik telepon genggam, tablet, netbook, ataupun laptop. Membuat  aplikasi yang menghubungkan Anda dengan mereka adalah kunci memenangkan  pasar <em>Netizen</em>.</p>
<p><strong>Strategi #2: Bersiaplah untuk <em>digital interactivity</em></strong></p>
<p>Teknologi hanya akan menjadi semakin murah di tahun-tahun mendatang.  Pasar telepon genggam Indonesia yang dulu sangat senang dengan model <em>candy-bar</em> sekarang mulai beralih ke model <em>QWERTY</em> yang identik dengan <em>smartphone</em>. Telepon genggam murah yang “<em>semi-smart</em>”  malah juga makin mengarah ke QWERTY. Walaupun banyak pengguna telepon  genggam yang belum menyadari bahwa mereka menggunakan internet, mereka  faktanya sudah mengakses facebook dan twitter yang notabene perlu akses  internet. Ini menjadi indikasi semakin <em>smart</em>-nya pengguna telepon genggam di Indonesia dan semakin siapnya konsumen menerima interaksi berbasis teknologi.</p>
<p>Seiring dengan semakin terhubungnya konsumen melalui internet baik  melalui telepon genggam dan komputer, kemampuan untuk bisa berinteraksi  dengan merek atau perusahaan berpotensi menjadi diferensiasi yang kokoh.  Di tahun 2011, interaksi <em>screen-to-face</em> akan semakin menggantikan interaksi <em>face-to-face</em>. Interaksi digital seperti ini sejatinya dibutuhkan untuk komunikasi pemasaran dan pelayanan konsumen yang “<em>always on</em>”.</p>
<p>Faktanya, Indonesia memiliki jumlah kedua terbanyak pengguna facebook  dengan lebih dari 31 juta pengguna. Indonesia juga memiliki <em>share of tweets</em> ketiga terbesar di dunia dengan 12% share. Pertumbuhan penggunaan  internet di Indonesia tertinggi di Asia. Di Indonesia, gadget teranyar  seperti tablet seringkali laku keras. Dikabarkan di 2011, tablet murah  akan semakin banyak beredar seiring dengan munculnya sistem operasi  Android 3.0 yang lebih “layak” untuk tablet.</p>
<p>Telkom kabarnya siap meluncurkan IPTV atau layanan televisi <em>on-demand</em> melalui jaringan <em>internet broadband</em> di awal tahun 2011 setelah uji coba di akhir tahun ini. Tidak seperti  TV biasa, interaksi antara pihak yang menyiarkan konten dengan penonton  bisa dilakukan 2 arah. Meski masih jauh untuk menjadi <em>mainstream</em>,  tren mengarah ke sana seharusnya membangunkan dan menyadarkan para  pemasar untuk mulai memikirkan interaksi digital dengan konsumen sambil  menunggu infrastruktur siap.</p>
<p><strong>Strategi #3: Promosikan <em>urban lifestyle</em></strong></p>
<p>Penduduk perkotaan cenderung dinamis sehingga segala macam <em>gadget</em> dan produk lain yang bisa memfasilitasi mereka hidup <em>on-the-go</em> akan menjadi incaran di tahun 2011. Tren menuju <em>cashless society</em> di mana orang tidak lagi terlalu banyak membawa uang tunai dan  melakukan transaksi secara elektronik mungkin tidak terlalu lama lagi  akan terealisasi. Bukan hanya kartu kredit dan debit atau <em>contactless card</em> yang menjadi <em>mainstream</em>, tetapi juga <em>e-payment gateway</em> yang sebentar lagi siap memfasilitasi transaksi <em>online</em>.  Orang akan lebih banyak menggunakan telpon genggamnya untuk akses  internet atau telpon demi pesan-antar produk yang diinginkan.</p>
<p>Konsumen perkotaan membelanjakan uangnya sebagian besar untuk tiga hal: <em>fashion</em>, <em>entertainment</em>, dan <em>socialization</em>.  Karena itu, pemasar yang “membungkus” mereknya dengan kemasan ketiga  elemen ini akan meraih sukses di 2011. Konsumen perkotaan sebagian besar  juga ingin “terlihat” dengan sesuatu yang keren. Terkait dengan itu,  konsumen perkotaan mempunyai kebiasaan mengikuti tren yang sedang  hangat. Umumnya, mereka membaca tren tersebut dari observasi, media,  atau mendengar dari teman-teman mereka. Dekatkan merek Anda dengan tren  gaya hidup yang sedang berkembang atau bahkan ciptakan tren baru.</p>
<p>Meski orang kota sering dianggap individualis, mereka pada  kenyataannya sangat peduli terhadap pendapat orang lain and suka  berkumpul dengan kelompoknya. Kunci dari memenangkan konsumen perkotaan  adalah dengan menciptakan persepsi populer. Jika merek Anda dipersepsi  digunakan banyak orang, maka besar kemungkinan merek Anda akan  benar-benar digunakan banyak orang.</p>
<p><strong>Strategi #4: Gunakan konten dan konteks lokal</strong></p>
<p>Tahun 2011, Indonesia akan diserbu banyak pemain luar. Pemain-pemain  luar ini bahkan dengan cerdik berhasil menggandeng partner lokal agar  sesuai dengan selera konsumen dan mempermudah akses. Jika pemain luar  saja berusaha memperhatikan kelokalannya, mengapa pemain dalam negeri  tidak memperkuat diri dengan konten dan kemasan pemasaran lokal? Selain  lebih murah biayanya, elemen lokal juga mampu menjadi daya tarik.</p>
<p>Di tahun 2010, kita melihat bahwa batik menjadi <em>mainstream</em> setelah didorong perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir.  Nasionalitas menjadi bagian besar dari masuknya elemen lokal dalam  produk dalam negeri. Ini bisa dianggap kesuksesan konten dan konteks  lokal. Di tahun 2011, konten dan konteks lokal tidak lagi semata-mata  kemasan melainkan bisa menjadi diferensiasi yang kuat. Gerakan menuju ke  arah sana sudah mulai akhir-akhir ini. Merek telepon genggam produksi  China, misalnya, diisi dengan konten lokal supaya membedakan dengan  merek lain yang mungkin dari pabrikan yang sama. Ada yang diisi dengan  lagu, permainan interaktif, dan lain-lain.</p>
<p>Indonesia sebagai negara yang kaya budaya menyimpan banyak konten dan  konteks lokal yang belum terbayangkan oleh para pemasar. Cita rasa,  aroma, musik, kartun, sapaan khas, budaya daerah, dan lain sebagainya,  patut dieksplorasi untuk menciptakan diferensiasi yang kuat.</p>
<p><strong>Strategi #5: Pertimbangkan <em>channel mobility</em></strong></p>
<p>Dinamisnya konsumen Indonesia memaksa munculnya <em>channel</em> gaya  baru. Akhir-akhir, kita bahkan mulai melihat bagaimana konsumen  berwirausaha dengan berjualan melalui facebook atau Blackberry Messenger  Group. Tren ini bukan hanya tren kewirausahaan melalui internet  melainkan gejala bahwa konsumen menginginkan <em>channel</em> yang lebih <em>mobile</em> terkait penyediaan produk dan layanan. Di negara berkembang yang  pasarnya bergerak menjadi semakin kreatif, fenomena ini sudah biasa  ditemui. India yang sudah duluan mengalaminya bisa dijadikan acuan.  Awalnya, teknologi hanya menjadi konsumsi. Selanjutnya, konsumen mulai  melihat peluang usaha dengan teknologi. Akhirnya, mereka menjadi  terbiasa melakukan transaksi melalui <em>channel</em> yang berbasis teknologi.</p>
<p>Di tahun 2011 dengan rencana dibangunnya <em>e-payment gateway</em>, transaksi jual beli bisa menjadi semakin lancar. Saat ini, hanya sekitar 6% pengguna internet yang pernah melakukan transaksi <em>online</em>. Akan tetapi, angka ini diprediksi akan semakin besar di tahun 2011. Buktinya, pemain asing di dunia penjualan <em>online</em> pun tidak sungkan lagi menyerbu Indonesia. Rakuten.com, pemain <em>e-commerce</em> terbesar asal Jepang yang menjalin kerjasama dengan partner lokal siap  diluncurkan di Indonesia tahun 2011. Gosipnya, ada juga produsen <em>fast moving consumer goods</em> yang juga siap membangun <em>online store</em> dengan didukung sebuah bank untuk e-<em>payment gateway</em>.</p>
<p><strong>Strategi #6: Tawarkan <em>affordable luxury</em></strong></p>
<p>Pengalaman membuktikan <em>trading up</em> selalu muncul secara dominan di negara-negara dengan perkembangan populasi <em>middle class</em> yang pesat. Fenomena ini tercatat sebagai pola konsumen <em>middle class</em> yang sering membeli produk dengan harga yang lebih mahal karena  aspirasi mereka. Mereka sering memotong pengeluaran yang sekadar  fungsional hanya untuk membeli produk <em>affordable luxury </em>yang  bagi mereka lebih penting. Syaratnya cuma satu: harganya terjangkau baik  dengan pembelian eceran atau dengan fasilitas pembiayaan. Indonesia  bukan pengecualian. Ini sejalan dengan saran Faisal Basri yang menyebut  percuma pemasar Indonesia menarget pasar bawah dengan barang-barang  murah yang fungsional karena yang ada di <em>middle class</em> justru “naik kelas” dalam pembeliannya. Lebih baik menawarkan <em>affordable luxury.</em> Bahkan <em>affordable luxury</em> tidak hanya menarik <em>middle class</em> ke atas tetapi juga menarik <em>upper class</em> ke bawah.</p>
<p>Mobil murah di bawah Rp 75 juta, misalnya, tidak ketinggalan akan  turut meramaikan ranah pemasaran di perkotaan di 2011. Penghuni  perkotaan yang baru berdatangan akan membutuhkan transportasi yang  terjangkau. Kabarnya, partisipasi Toyota, Daihatsu, dan Suzuki  merealisasikan mimpi pengguna mobil pertama kali ini sudah hampir pasti.  Di atasnya, ada mobil-mobil mungil yang dibanderol antara Rp 110-120  juta seperti Toyota Etios atau Honda Brio yang mampu membuat konsumen  perkotaan tampil gaya. Meski belum pasti akan masuk Indonesia,  mobil-mobil ini siap jual di tahun 2011.</p>
<p><strong>Strategi #7: Bangun <em>identity personification</em></strong></p>
<p>Tren lain yang semakin jelas sejak setahun terakhir adalah pergerakan  menuju pembangunan merek dengan personifikasi yang lebih realistis.  Dalam beberapa tahun terakhir, kampanye pemasaran seringkali penuh  hiperbola dan terkesan dibuat-buat. Konsumen mulai merasa gerah dengan  terlalu banyaknya komunikasi hiperbola yang diterimanya. Jika segala  sesuatu mulai berlebihan, sesuatu yang pas menjadi sesuatu yang unik.  Karenanya, beberapa agensi periklanan di Indonesia mulai beralih ke gaya  iklan yang lebih realistis yang dianggap lebih efektif menarik konsumen  di tahun 2011. Di media televisi, kita semakin melihat program yang  mengedepankan realitas mulai mengimbangi tayangan yang hiperbola. Ini  juga sinyal akan semakin pentingnya otentisitas.</p>
<p>Langkah ini merupakan langkah awal membangun merek yang berkarakter.  Ini juga sisi lain dari kiat pemasaran di tahun 2011. Meski pemasar  harus menawarkan konsep yang penuh dengan aspirasi dan gaya hidup baru  kepada <em>middle class</em> dan <em>urbanite</em> baru, konsep tersebut  harus tetap menjunjung tinggi idealisme dan menghindari rekayasa agar  bisa bertahan lama. Idealisme di sini berarti, misalnya, jika kita  menawarkan <em>affordable luxury</em>, memang produk yang kita hasilkan  berkualitas tinggi dan kita berusaha yang terbaik agar banyak orang  mampu secara finansial membeli produk tersebut.</p>
<p><strong>Strategi #8: Lakukan <em>proactive engagement</em></strong></p>
<p>Konsep <em>customer service</em> akan tergantikan oleh konsep <em>customer care</em> di 2011. Pelayanan yang hanya reaktif terhadap komplain tidak lagi  dapat membendung diskusi negatif tentang merek Anda. Ingat bahwa  konsumen <em>urban</em> dan <em>middle class</em> lebih punya ekspektasi tinggi terhadap pelayanan. Lebih lagi, konsumen yang bersinar di 2011, <em>youth-women-netizen</em>,  saling terhubung satu sama lain melalui komunitas. Pembicaraan negatif  akan sampai ke telinga mereka dengan cepat. Pendekatan yang lebih cocok  adalah <em>care</em> yang lebih proaktif dengan mencari tahu kegelisahan  dan hasrat konsumen sebelum mereka kecewa. Pendekatan ini juga lebih  tidak buru-buru dalam menyelesaikan masalah karena pemasar diharapkan  meluangkan waktu untuk mendengarkan dan merangkul konsumen.</p>
<p>Pendekatan yang seperti ini jika dilakukan dengan sumber daya manusia  saja memang sangat sulit dan mahal. Makanya, strategi ini patut  digabungkan dengan <em>digital interactivity</em> yang siap memfasilitasi hubungan dua arah dengan konsumen. Di perbankan sendiri, bank-bank di Indonesia sedang bergerak dari <em>transactional banking</em> ke arah <em>relationship banking</em> yang lebih proaktif. Pastinya, di tahun 2011, peta persaingan akan  ditentukan oleh siapa yang lebih proaktif dalam menjaga hubungan dengan  nasabahnya mengingat sebagian besar nasabah menggunakan lebih dari satu  bank dalam hal transaksi.</p>
<p><strong>Strategi #9: Manfaatkan <em>shared resources</em></strong></p>
<p>Mengapa tiba-tiba pemanfaatan sumber daya secara optimal menjadi  penting di tahun 2011? Belajar dari pengalaman negara-negara yang  mengalami pertumbuhan tinggi secara konstan seperti Indonesia, tren  seperti urbanisasi dan peningkatan <em>middle class</em> selalu  menyimpan tantangan tersendiri. Umumnya, tantangannya terkait masalah  sumber daya yang belum siap mendukung tren tersebut. Konkretnya secara  makro, penjualan mobil yang semakin besar, misalnya, akan perlu  infrastruktur jalan yang lebih mendukung. Di perusahaan, langkah  melayani pasar yang lebih besar akan memaksa perusahaan untuk terus  tumbuh dalam hal sumber daya. Perusahaan yang tumbuh tidak efisien  biasanya meninggalkan masalah jangka panjang.</p>
<p>Secara internal, perusahaan harus mampu membangun sinergi antara unit  bisnis dan menghilangkan silo-silo antar divisi jika ingin  mempersiapkan diri bersaing di 2011-2015 menjelang integrasi ASEAN.  Secara eksternal, <em>shared resources</em> berarti <em>co-opetition</em> antar perusahaan, yang akan semakin penting di 2011. Jika perusahaan  ingin mengoptimalkan manfaat yang didapat dari perekonomian Indonesia  yang tumbuh, kolaborasi menjadi keharusan. Cara efektif adalah dengan  membuat <em>platform</em> baik aset infrastruktur yang dapat digunakan  bersama oleh berbagai perusahaan di satu industri atau dengan membangun  standar industri. Ambil contoh bank-bank syariah yang berencana di 2011  untuk bekerja sama satu sama lain dan bahkan berkolaborasi dengan  bank-bank konvensional dalam memasarkan produk-produk mereka dengan  diinspirasi petunjuk dan anjuran dari Bank Indonesia.</p>
<p>Meski sembilan strategi generik ini disusun secara keseluruhan dan  berhubungan satu sama lain, Anda harus membuat keputusan strategi mana  yang cocok digunakan di industri Anda dan bagaimana menyesuaikannya ke  dalam situasi yang Anda hadapi. Selamat tahun baru 2011!</p>
<p><strong>Iwan Setiawan – Chief Operations, MarkPlus Consulting</strong></p>
<p><a title="Kiat Sukses Pemasaran di Indonesia Tahun 2011: 9 Strategi Generik" href="http://the-marketeers.com/archives/kiat-sukses-pemasaran-di-indonesia-tahun-2011-9-strategi-generik.html" target="_blank">sumber</a><strong><br />
</strong></p>
</div>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<div id="t-cms-content" style="text-align:justify;">
<p><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1178&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/03/01/kiat-sukses-pemasaran-di-indonesia-tahun-2011-9-strategi-generik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2011/01/cover-story-300x191.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cover-story</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunikasi Pemasaran Terpadu &#8211; Integrated Marketing Communication (IMC)</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/28/komunikasi-pemasaran-terpadu-integrated-marketing-communication/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/28/komunikasi-pemasaran-terpadu-integrated-marketing-communication/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 13:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[Komunikasi Pemasaran Terpadu &#8211; Integrated Marketing Communication (IMC) &#160; Komunikasi pemasaran terpadu adalah sebuah proses perencanaan marketing komunikasi yang memperkenalkan konsep perencanaan komprehensif untuk mengevaluasi peranan strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, seperti public relation, advertising, direct selling, sales promotion, dan interactive marketing, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum. Komunikasi Pemasaran Terpadu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1159&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Komunikasi Pemasaran Terpadu &#8211; Integrated Marketing Communication (IMC)<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Komunikasi pemasaran terpadu</strong> adalah sebuah proses perencanaan <span style="color:#000000;">marketing</span> <span style="color:#000000;">komunikasi</span> yang memperkenalkan konsep perencanaan komprehensif untuk mengevaluasi  peranan strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, seperti <em>public relation</em>, <em>advertising</em>, <em>direct selling</em>, <em>sales promotion</em>, dan <em>interactive marketing</em>, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum. Komunikasi Pemasaran Terpadu sering disebut dengan IMC merupakan sebuah proses strategi bisnis dalam mengelola hubungan dengan konsumen yang intinya untuk menggerakkan <em>brand value.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f1/Marketing-Mix.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f1/Marketing-Mix.JPG" alt="Berkas:Marketing-Mix.JPG" width="621" height="390" /></a><span id="more-1159"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Sejarah</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Memasuki awal tahun 1990-an, kegiatan bisnis, khususnya pemasaran tidak lagi mengacu kepada strategi pemasaran tradisional, melainkan lebih mengacu pada strategi pemasaran modern dengan konsep 4P <em>(Product, Price, Place, Promotion)</em>. Kemunculan strategi 4P inilah yang menandai munculnya komunikasi  pemasaran terpadu, dengan tidak hanya menggunakan iklan melainkan juga  mengguakan PR.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Tujuan</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan yang ingin dicapai IMC adalah untuk memengaruhi masyarakat dengan elemen promosinya sampai ke tingkat kognisi, affeksi, dan konasi. Elemen promosi yang digunakan terbagi atas <em>soft sell</em> dan <em>hard sell</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Soft sell</em> berupa <em>advertising</em>, <em>public relation</em>, CSR, <em>interactive marketing</em> yang bertujuan untuk memengaruhi konsumen ke tingkat kognisi dan affeksi. Sedangkan, <em>hardsell</em> berupa <em>personal selling</em>, <em>direct marketing</em>, <em>sales promotion</em> untuk memengaruhi konsumen ke tingkat konasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Tahapan Revolusi IMC</strong></em></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Koodinasi taktis santo. </strong>Meliputi pengkombinasian komunikasi interpersonal dan cross-functional sebagai elemen promosi. Mampu melihat tujuan secara spesifik yang disesuaikan dengan tools penjualannya.</li>
<li><strong>Mendefinisikan Ruang Lingkup Marketing Komunikasi.</strong> Meliputi perluasan elemen komunikasi, memberikan informasi kepada pelanggan, dan mengevaluasi <em>feedback</em>.</li>
<li><strong>Mengaplikasikan teknologi informasi. </strong>Memanfaatkan teknologi informasi dengan membuat <em>database</em> manajemen untuk mengelola hubungan dengan konsumen.</li>
<li><strong>Integrasi Strategik dan Keuangan.</strong> Menyelaraskan program komunikasi dengan program keuangan dan memperkirakan <em>Return on Customer Investment</em> (aliran dana masuk dari konsumen).</li>
</ol>
<dl>
<dd> </dd>
</dl>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Strategi IMC</strong></em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Target Market vs Target Audience.</strong> Target market merupakan siapa yang mengonsumsi produk kita. Target  audience merupakan siapa yang menjadi sasaran program komunikasi.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Message Strategy.</strong> Meliputi konsep, penetrasi pesan (pendekatan dan daya tarik), serta eksekusi pesan.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Media Strategy. </strong>Kombinasi penggunaan media massa, interpersonal, dan interaktif.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Line Elements.</strong> Meliputi <em>soft-sell</em> dan <em>hard-sell</em>.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Budget</strong><em>. Top-down</em> atau <em>bottom-up</em>.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Proses Perencanaan IMC</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam melaksanakan IMC, perlu merencanakan 5 hal sebagai berikut :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mengidentifikasi konsumen dan kemajuan.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Memperkirakan konsumen dan nilai kemajuan.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Merencanakan pesan komunikasi.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Memperkirakan aliran dana masuk dari konsumen.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Mengadakan evaluasi setelah membeli dan analisis masa depan akan permintaan konsumen terhadap produk.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Proses Mengelola IMC</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Ada 7 langkah yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam komunikasi pemasaran terpadu<sup> :<br />
</sup></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Review of marketing plan</em>.</strong> Dalam tahap ini, perencana mempersiapkan data internal (situasi organisasi dan atribut produk) dan eksternal (situasi makro, <em>target market</em>, dan <em>competitor</em>).</li>
<li><strong><em>Analysis of promotional program situation</em>.</strong> Dalam tahap ini, perencana menganalisa kelebihan dan kelemahan data, menemukan titik permasalahan, dan mencari solusinya.</li>
<li><strong><em>Analysis of communication process</em>. </strong>Dalam tahap ini, perencana menganalisa tanggapan penerima informasi, tahapan dalam pengiriman informasi, dan saluran informasi yang digunakan.</li>
<li><strong><em>Budget determination</em>.</strong> Dalam tahap ini, perencana melakukan cara penyusunan anggaran, apakah dengan <em>top-down</em> (modal sudah tersedia di awal) atau <em>bottom-up</em> (melihat berapa biaya yang dibutuhkan dalam penyusunan rencana dan bagaimana pengalokasiannya).</li>
<li><strong><em>Develop IMC program</em>.</strong> Perencana mengembangkan program komunikasi pemasaran yang akan ditempuh.</li>
<li><strong><em>Integrate and implement IMC strategies</em>.</strong> Perencana menggunakan kombinasi strategi <em>marketing mix</em>, memproduksi iklan, membeli media <em>time</em> dan <em>space</em>, serta melaksanakan desain yang telah ditetapkan sesuai dengan program yang ditempuh.</li>
<li><strong><em>Monitor, evaluate, and control IMC program</em>.</strong> Dalam tahap ini, mengevaluasi hasil kinerja apakah sudah efektif atau belum dan melihat apakah taktik yang ditempuh sesuai dengan strategi yang diambil.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><a title="Komunikasi Pemasaran Terpadu - Integrated Marketing Communication (IMC)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_pemasaran_terpadu" target="_blank">sumber</a></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1159&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/28/komunikasi-pemasaran-terpadu-integrated-marketing-communication/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f1/Marketing-Mix.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">Berkas:Marketing-Mix.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyorot Visi MICE Presiden Yudhoyono</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/08/menyorot-visi-mice-presiden-yudhoyono/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/08/menyorot-visi-mice-presiden-yudhoyono/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 16:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[MICE]]></category>
		<category><![CDATA[public relations]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Menyorot Visi MICE Presiden Yudhoyono Oleh Pusat Analisis Informasi Pariwisata BAGI para stakeholder industri Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE), Jumat (17/12), adalah hari yang sangat penting. Mengapa? Karena sekali lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjukkan visinya yang kuat untuk pembangunan industri ini. Berikut adalah sejumlah catatan yang kami catat dari pernyataan Presiden SBY saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1146&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Menyorot Visi MICE Presiden Yudhoyono</strong></p>
<p><img src="http://pixel.quantserve.com/pixel?a.1=p-18-mFEk4J448M&amp;a.2=p-ab3gTb8xb3dLg&amp;labels.1=type.polldaddy.rating" border="0" alt="Quantcast" width="1" height="1" /><br />
<strong><a href="http://infopariwisata.files.wordpress.com/2010/12/mice-indonesia2.jpg"><img title="MICE Indonesia" src="http://infopariwisata.files.wordpress.com/2010/12/mice-indonesia2.jpg?w=300&#038;h=169&#038;h=169" alt="" width="300" height="169" /></a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Oleh Pusat Analisis Informasi Pariwisata</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>BAGI para <em>stakeholder</em> industri Meeting, Incentive,  Conference, Exhibition (MICE), Jumat (17/12), adalah hari yang sangat  penting. Mengapa? Karena sekali lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) menunjukkan visinya yang kuat untuk pembangunan industri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah sejumlah catatan yang kami catat dari pernyataan  Presiden SBY saat membuka rapat kabinet paripurna, di Kantor  Kepresidenan, Jakarta, hari ini. Rapat itu membahas kesiapan Indonesia  sebagai ketua ASEAN tahun 2011.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, Presiden mengungkapkan akan ada sekitar 600 <em>event </em>pertemuan  internasional yang akan digelar di Indonesia dari tahun 2011 sampai  2013. Presiden juga menyinggung pengalaman Indonesia yang sudah demikian  banyak dalam kesuksesan menggelar kegiatan pertemuan internasional.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, Presiden SBY menginginkan agar tuan rumah untuk ratusan <em>event</em> internasional itu jangan hanya dimonopoli oleh Jakarta dan Bali, tapi  juga ke daerah-daerah lain. Menurut Presiden, hal itu agar masyarakat  internasional juga mengenal daerah-daerah itu (sebagai destinasi  konvensi-<strong>Red</strong>).<span id="more-1146"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga</strong>, Presiden meminta agar pelaksaan ajang internasional itu  hendaknya juga diikuti dengan kegiatan lain yang terkait (social  programs-<strong>Red</strong>). Agar acara yang diselenggarakan membawa manfaat ekonomi bagi meningkatnya kegiatan ekonomi di daerah bersangkutan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat</strong>, perlunya keterlibatan rakyat dan pimpinan bangsa sejak awal,  perencanaan dan implementasi kegiatan pertemuan internasional, antara  lain perguruan tinggi, dunia usaha, kepemudaan, dan <em>civil society</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelima</strong>, Presiden mengharapkan hasil dari berbagai ajang internasional  yang berlangsung di Indonesia pada akhirnya menjadi acuan dunia dan  turut menentukan sejarah. Di antarannya adalah deklarasi Dasa Sila  Bandung (KTT Non-Blok), Bogor Goal (KTT APEC), Bali Roadmap (UNFCCC) dan  piagam ASEAN Community (ASEAN Summit).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keenam</strong>, demi kelancaran pelaksanaan, sebuah akan dibentuk sebuah  komite pelaksana di tingkat pusat. Wapres Boediono ditunjuk untuk  mempimpin komite yang mengkoordinasikan semua organisasi kepanitiaan  dari berbagai ajang internasional bersangkutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dilihat dari pemaparan itu, sangat jelas dan gamblang  menggambarkan (meskipun dengan bahasa yang berbeda) betapa kuatnya visi  Presiden soal industri MICE Indonesia, sesuatu yang jarang ditemukan  oleh presiden-presiden sebelumnya. Presiden, menurut hemat kami, sangat  paham industri ini dan bagaimana industri ini bisa digerakkan untuk  memberikan dampak multi sekaligus.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti diketahui, industri MICE (termasuk di dalamnya adalah<em> sport event</em>)   memiliki dampak besar terhadap sektor ekonomi, politik, sosial dan juga  peningkatan citra negara-bangsa di mata dunia internasional. Bayangkan  ribuan bahkan puluhan ribu peserta datang dalam sebuah konferensi, atau  ratusan ribu atau jutaan orang dalam <em>mega sport event </em>sekelas  FIFA Word Cup atau Olimpiade. Bayangkan bagaimana pengembangan itu  berdampak kuat bagi perbaikan infrastruktur yang kemudian menjadi milik  masyarakat untuk menikmatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan hanya dalam satu peristiwa pertemuan, sorotan media  internasional terus-menerus ke negara itu, gratis melalui kehadiran  wartawan media internasional, dan seterusnya. Bayangkan berapa devisa  yang dihasilkan, berapa penerimaan pajak bagi negara, berapa banyak  tenaga kerja yang terserap, dan berdenyutnya dunia usaha termasuk  potensi sanggar-sanggar seni dan budaya yang bangkit lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sisi mikro, coba lihat bagaimana bangkitnya industri perhotelan,  penerbangan, jasa travel, angkutan lokal, wisata belanja, bangkitnya  para professional penyelenggaran MICE seperti PCO, PEO, EO; bangkitnya  industri kreatif, dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara dari sisi substansi pertemuan internasional itu, industri  ini juga memberikan kontribusi terhadap bidang sosial seperti  peningkatan<em> pride</em> (rasa bangga) terhadap Tanah Air, peningkatan  penghargaan seni dan budaya, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi,  peningkatan kemampuan bahasa dan multikultural, membuka inspirasi bagi  munculnya gagasan baru, dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, ini adalah industri yang menawarkan banyak keuntungan, yang  justru diperebutkan oleh banyak negara. Itu sebabnya, kami sangat  mendukung pernyataan Presiden agar tampilnya daerah-daerah lain (di luar  Jakarta dan Bali) sebagai pusat konvensi internasional yang handal.  Bukan tidak mungkin kota-kota tujuan wisata konvensi Indonesia, seperti  Bali, Jakarta, Batam, Manado, Medan, Bandung, Makassar, Palembang,  Lombok, Yogyakarta, Padang, akan menjadi seperti Vienna, Brussel, New  York atau Singapura, dalam arti popularitasnya di dunia sebagai kota  tujuan konvensi teratas, tentu dengan situasi dan kultural yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, penting untuk mencatat pernyataan Presiden soal keterlibatan dunia usaha, perguruan tinggi maupun <em>civil society</em> di sana. Dalam konteks dunia usaha, karena industri ini dimainkan  dengan keterlibatan perusahaan penyelenggara, maka diharapkan terjadinya  transparansi dalam proses penentuan <em>bidding</em>-nya, mendorong  terciptanya kreatifitas MICE ala Indonesia yang sesuai dengan standar  internasional, mendorong tumbuhnya perusahaan penyelenggara yang semakin  merata di berbagai daerah, serta mendorong peningkatan kualitas  penyelenggaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sisi perguruan tinggi, keterlibatan itu bukan hanya menempatkan  sumber perguruan tinggi sebagai nara sumber, tapi juga sebagai <em>venue</em> maupun panitia aktif di dalamnya; termasuk dalam sisi <em>civil society</em>, pengembangan <em>social programs </em>yang masih berkaitan dengan suatu<em> event </em>MICE itu hingga keterlibatan aktif di dalam penyelenggaraan <em>event</em> dan penyampaian aspirasi demi tercapainya tujuan <em>event </em>internasional itu secara paripurna. Sebab ada kalanya sebuah penyelenggaraan <em>event</em> internasional hanya monopoli monolog bukan dialog, hal ini akan menjadi sumbatan besar dari sisi manfaat penyelenggaraan <em>event</em> itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sejumlah catatan lain yang perlu kita sorori adalah keinginan  Presiden untuk membentuk komite pelaksana di tingkat pusat untuk  mengoorinir semua organisasi kepanitiaan <em>event</em> internasional itu. Itu langkah sangat positif untuk tidak menyebabkan tidak terkoordinasinya berbagai <em>event</em> internasional itu seperti yang terjadi selama ini. Sudah tiba waktunya  industri ini digerakkan dengan bersama-sama, terkoordinir atau tidak  berjalan sendiri-sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti telah sering kami sampaikan, kelemahan industri ini adalah  koordinasi. Kita harus punya tim khusus (dipimpin langsung Presiden atau  Wapres) sebagai tim <em>bidding</em> yakni untuk membawa atau memenangkan <em>event </em>internasional  ke Indonesia, termasuk mendorong lahirnya event-event inisiatif kita  sendiri dan memastikan Indonesia sebagai tuan rumahnya. Kita perlu  memikirkan sebuah upaya<em> incentive</em> untuk mendorong semua asosiasi atau perusahaan mengadakan <em>event</em> pertemuannya di Indonesia. Kita perlu sebuah mekanisme yang  memungkinkan semua aturan tersusun dengan baik dan terlaksana dengan  benar. Dan kita perlu memikirkan sebuah standar pelayanan <em>event</em> internasional ala Indonesia sehingga memiliki karakternya tersendiri di dunia internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, semua <em>event</em> internasional yang akan  dilaksanakan itu berada dalam satu tim terpusat yang mengandalikan  perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasannya, meski tidak harus  menariknya menjadi “kewenangan” sebuah institusi tersendiri. Kita sangat  berharap tim pusat itu nanti adalah tim aktif, yang bergerak hari ke  hari, menangkap dan membuka peluang bagi menjadi tuan rumah <em>event </em>internasional,  memberikan asistensi dan dukungan bagi penyelenggaraannya, dan menjamin  semua berlangsung dengan baik. Mengapa hal ini penting? Karena kalau  pelaksanaan <em>event </em>internasional di Indonesia berlangsung buruk,  maka hal itu akan menjadi kampanye yang negative bagi peserta atau  negara-negara lain, yang sangat mungkin akan enggan datang ke Indonesia  pada <em>event</em> berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah sangat bagus jika hal itu dimulai dari pembenahan kelembagaan.  Mulailah mendorong eksistensi Biro Konvensi (MICE) Nasional, dan  menghidupkan kembali biro konvensi (MICE) yang sudah ada di  daerah-daerah. Selanjutnya, ikutkan mereka dalam tim pusat maupun daerah  bersama-sama dengan asosiasi maupun pejabat lintas-sektor.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain, Indonesia harus berjuang untuk menempatkan tokoh-tokohnya  untuk duduk di dewan eksekutif atau sejenisnya pada lembaga-lembaga  internasional, dan menjadi anggota aktif di berbagai organisasi  internasional yang dinilai potensial sesuai dengan arah politik luar  negeri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak seperti industri lain, industri ini memang industri yang paling siap digerakkan saat ini dan kapan pun. <a href="http://infopariwisata.wordpress.com/2010/12/18/menyorot-visi-mice-presiden-yudhoyono/" target="_blank">sumber</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1146&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/08/menyorot-visi-mice-presiden-yudhoyono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pixel.quantserve.com/pixel?a.1=p-18-mFEk4J448M&#38;a.2=p-ab3gTb8xb3dLg&#38;labels.1=type.polldaddy.rating" medium="image">
			<media:title type="html">Quantcast</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://infopariwisata.files.wordpress.com/2010/12/mice-indonesia2.jpg?w=300&#38;h=169" medium="image">
			<media:title type="html">MICE Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Event 2011</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/08/event-2011/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/08/event-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 11:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[event 2011]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[MICE]]></category>
		<category><![CDATA[public relations]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[talent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Event 2011 NUTRICIA INDONESIA Event : NUTRICIA LIBURAN SERU KELUARGAKU Date : 24 Februari &#8211; 27 Maret 2011 Status : Event Suppliying Venue : &#8211; Surabaya : Giant Waru, SunCity &#38; Maspion, &#8211; Semarang : Giant Central City Contents : Promo program photo lain INTEL® INDONESIA Event : INTEL® CHANNEL CONVERENCE 2011 Date : 17 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1135&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:18pt;"><span style="color:#0047b6;">Event 2011</span></span></strong></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0047b6;">NUTRICIA</span></strong><strong><span style="color:#0047b6;"> INDONESIA</span></strong><strong> </strong><strong><span style="color:#0047b6;"> </span></strong><strong> </strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Event </em>: <em><strong>NUTRICIA LIBURAN SERU KELUARGAKU</strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong></p>
<div id="attachment_1202" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/nlsk.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1202  " title="Nutricia Liburan Seru Keluargaku" src="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/nlsk.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Nutricia Liburan Seru Keluargaku" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Nutricia Liburan Seru Keluargaku</p></div>
<p></strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Date </em>: 24 Februari  &#8211; 27 Maret 2011</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Status </em>: Event Suppliying</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Venue </em>: &#8211; Surabaya : Giant Waru, SunCity &amp; Maspion, &#8211; Semarang : Giant Central City</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Contents </em>: Promo program</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">photo lain</span></em></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0047b6;">INTEL</span></strong><span style="color:#0047b6;">®</span><em><strong> </strong></em><strong><span style="color:#0047b6;"> INDONESIA<br />
</span></strong><strong><span style="color:#0047b6;"> </span></strong><strong> </strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Event </em>: <em><strong>INTEL</strong></em><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--[if gte mso 10]&gt;-->®<em><strong> CHANNEL CONVERENCE 2011</strong></em></p>
<div id="attachment_1183" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><em><strong><em><strong><a href="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/intel.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1183 " title="Intel® Channel Converence 2011" src="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/intel.jpg?w=150&#038;h=100" alt="Intel® Channel Converence 2011" width="150" height="100" /></a></strong></em></strong></em><p class="wp-caption-text">Intel® Channel Converence 2011</p></div>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Date </em>: 17 Februari  2011</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Status </em>: Event Suppliying</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Venue </em>: Borobudur Room Saphir Hotel Yogyakarta</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Contents </em>: Promo produk baru</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">photo lain<span id="more-1135"></span></span></em></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0047b6;">DANAMON SIMPAN PINJAM<br />
</span></strong><strong><span style="color:#0047b6;"> </span></strong><strong> </strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Event </em>: <em><strong>ELITE CLUB &amp; SALES CLUB AWARDING Q4 2011</strong></em></p>
<div id="attachment_1182" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><em><strong><em><strong><a href="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/dsp-elite-club.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1182 " title="Elite Club &amp; Sales Club Awarding Q4 2011" src="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/dsp-elite-club.jpg?w=150&#038;h=100" alt="Elite Club &amp; Sales Club Awarding Q4 2011" width="150" height="100" /></a></strong></em></strong></em><p class="wp-caption-text">Elite Club &amp; Sales Club Awarding Q4 2011</p></div>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Date </em>: 12 Februari  2011</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Status </em>: Event Suppliying</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Venue </em>: Ballroom Wisma Boga Solo Baru</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Contents </em>: Gathering, Awarding</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">photo lain</span></em></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0047b6;">SUN LIFE<br />
</span></strong><strong><span style="color:#0047b6;"> </span></strong><strong> </strong></li>
</ul>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Event </em>: <strong><em>BE THE CHAMPION &#8211; AGENCY YEAR START COFERENCE 2011</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em></p>
<div id="attachment_1200" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/sunlife.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1200  " title="sunlife" src="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/sunlife.jpg?w=150&#038;h=100" alt="Be The Champion, Agency Year Start Conference 2011" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Be The Champion, Agency Year Start Conference 2011</p></div>
<p></em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><em><strong> </strong></em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Date </em>: 13 Januari 2011</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Status </em>: Event Suppliying</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Venue </em>: Mataram Ballroom 1 &amp; 2 Sheraton Mustika Hotel Yogyakarta</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Contents </em>: Pemasangan POSM, Stage Elements</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">photo lain</span></em></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0047b6;">DANAMON SIMPAN PINJAM<br />
</span></strong><strong><span style="color:#0047b6;"> </span></strong><strong> </strong></li>
</ul>
<div id="attachment_1157" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/img_2843_resize_resize.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1157" title="Gathering Nasabah &amp; Launching Undian Heboh 2011" src="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/img_2843_resize_resize.jpg?w=150&#038;h=100" alt="Gathering Nasabah &amp; Launching Undian Heboh 2011" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Gathering Nasabah &amp; Launching Undian Heboh 2011</p></div>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Event </em>: <em><strong>GATHERING NASABAH &amp; LAUNCHING UNDIAN HEBOH 2011</strong></em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Date </em>: 22 dan 23 Januari 2011</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Status </em>: Lead Organizer</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Venue </em>: New Kebon Tebu Resto &amp; Café, Magelang &#8211; Hotel Kharisma Madiun</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Contents </em>: Gathering Nasabah &amp; Launching Undian Heboh 2011, Presentasi Program Undian Heboh 2011, Testimoni, MC Game, Entertainment  by Solo Keyboard</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">photo lain</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1135&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2011/02/08/event-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/nlsk.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Nutricia Liburan Seru Keluargaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/intel.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Intel® Channel Converence 2011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/dsp-elite-club.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Elite Club &#38; Sales Club Awarding Q4 2011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/sunlife.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sunlife</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2011/02/img_2843_resize_resize.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Gathering Nasabah &#38; Launching Undian Heboh 2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Multi Effects dari Bisnis MICE</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/06/03/multi-effects-dari-bisnis-mice/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/06/03/multi-effects-dari-bisnis-mice/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[MICE]]></category>
		<category><![CDATA[public relations]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[Multi Effects dari Bisnis MICE MESKI istilah Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) telah populer, namun tidak semua orang tahu benar apa sebenarnya MICE itu. Pada dasawarsa 90-an, MICE telah menjadi bagian penting dalam perkembangan kepariwisataan di Tanah Air, meskipun di negara-negara industri maju pariwisata jenis ini telah berkembang jauh sebelum kita. Pesatnya perkembangan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1065&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Multi Effects dari Bisnis MICE </strong></p>
<div style="text-align:justify;">
<div><a href="http://www.umac.mo/fba/fbahss/pics/seminars/09-3.jpg"><img src="http://www.umac.mo/fba/fbahss/pics/seminars/09-3.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div></div>
<div>MESKI                         istilah Meetings,                           Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE)                          telah                          populer, namun                          tidak                          semua orang                          tahu                          benar                           apa sebenarnya                           MICE itu.<br />
Pada                         dasawarsa 90-an,  MICE                          telah                          menjadi bagian                          penting                          dalam perkembangan                          kepariwisataan                         di                           Tanah Air, meskipun                         di                           negara-negara industri                         maju                           pariwisata jenis                         ini                           telah berkembang                         jauh                           sebelum kita.                                                                                                     Pesatnya                          perkembangan                         ini                           seiring dengan                         semakin                           terbukanya perdagangan                         internasional                          dan                          berkembang pesatnya                          teknologi                         informasi                          dan                          transportasi.</div>
<div>
<p>Wisata                          MICE terdiri                          atas                          empat pokok                          kegiatan                         utama                          yaitu  pertemuan                           (meetings), insentif                            (incentives), konvensi                            (conventions) dan                         pameran  (exhibitions).                                                                                                      Keempat                         jenis                           kegiatan itu                         merupakan                          usaha                          untuk memberi                          jasa                          pelayanan bagi                          suatu                          pertemuan sekelompok                          orang (para                         pelaku                           bisnis, cendekiawan,                         para                           eksekutif pemerintah                         maupun                           swasta) untuk                         membahas                          berbagai                         masalah                           berkaitan dengan                         kepentingan                          bersama                          termasuk juga                          memamerkan                         produk-produk                          bisnis.                                                                        <span id="more-1065"></span></p>
<p>Dalam                         catatan                          Jadi  Rajaguguk                           (2005), secara                          historis                         bagi Indonesia                          momen                          terpenting munculnya                            MICE adalah                         berhasil                          diselenggarakannya                         Konferensi Asia                          Afrika                          di Bandung                          tahun 1955                         kemudian                          disusul                          dengan berlangsungnya                          kegiatan                         Genefo (Games of the   New                          Emerging Forces) tahun  1960,                          Konferensi PATA                         tahun 1963                          dan 1974                         menyusul                          kemudian OPEC                         di Bali                           dan KTT APEC di                         Bogor                           tahun 1995, hingga                         akhirnya                          suksesnya UNFCC                         di Nusa                          Dua,                          Desember 2007.                                                                            MICE merupakan                          bagian integral yang                          tidak                          dapat dipisahkan                          dari                          usaha jasa                          pariwisata yang                         meliputi                          usaha                          jasa konvensi,                          perjalanan                         insentif,                         dan                           pameran dalam                         suatu                           rangkaian kegiatan                          pelayanan                         bagi                           pertemuan/berkumpulnya                          orang-orang atau                          sekelompok                         orang (negarawan,                          usahawan,                         cendekiawan,                          publik,                          dan sebagainya)                          pada                          suatu tempat  yang                          terkondisikan                         oleh                           suatu permasalahan,                          pembahasan                         atau                           kepentingan bersama.</p>
<p>Pertama,                          meeting merupakan                          rapat/pertemuan                         sekelompok                          orang yang                         tergabung                          dalam                          suatu asosiasi,                          perusahaan yang                         memiliki                          kesamaan                         minat                           dengan tujuan                         dan                           kepentingan pembahasan                         suatu                           permasalahan bersama.</p>
<p>Kedua,                          incentives yakni                          perjalanan                         insentif                          merupakan                         suatu                           kegiatan perjalanan                           yang diselenggarakan                          oleh                          suatu perusahaan                          untuk                          para karyawan                          dan                          mitra usaha                          sebagai                          imbalan penghargaan                          atas                          prestasi mereka  yang                          berkaitan                         dengan                           penyelengaraan konvensi                           yang  membahas                         perkembangan                          kegiatan                         perusahaan yang                          bersangkutan                         dan                          atau  kegiatan                         pameran.</p>
<p>Ketiga,                          conventions.                          Pertemuan                         sekelompok                          orang (negarawan,                         usahawan,                          cendekiawan,                         profesional                          dan                          sebagainya) untuk                          mambahas                         masalah-masalah yang                          berkaitan                         dengan                           kepentingan bersama                         dan                           biasanya dalam                         jumlah                           peserta yang besar.</p>
<p>Keempat,                          exhibition murupakan                          suatu                          bentuk kegiatan                          mempertunjukkan,                         memperagakan,                          memperkenalkan,                         mempromosikan                          dan                          menyebarluaskan  informasi                         hasil                           produksi barang/jasa                         maupun                           informasi visual di                         suatu                           tempat tertentu                         dalam                           jangka waktu                         tertentu                          untuk                          disaksikan secara                          langsung                         oleh                           masyarakat untuk                         meningkatkan                          penjualan,                         memperluas                          pasar                          dan mencari                          hubungan                         dagang.</p>
<p>Di                          Indonesia saat                         ini                           memiliki sejumlah                         kota                           tujuan wisata                         jasa MICE                          seperti Jakarta,  Bali,                          Batam,                          Medan, Padang,                          Bandung,                         Semarang,                          Yogyakarta, Surabaya                         dan                           Makassar.                                                  Usaha                          jasa MICE                         tidak                           dapat dipisahkan                         dengan                           mata rantai                         usaha-usaha                          di                          bidang kepariwisataan                          dan                          berbagai sektor                          usaha                          lainnya.</p>
<p>Penyelenggaraan                          MICE selalu                          melibatkan                         banyak                           sektor usaha/industri                         dan                           banyak pihak,                         hal itu                          menyebabkan                         pengaruh                          ekonomi yang                         dihasilkannya                          efek                          berlipat ganda                          atau                          berdampak luas                            (multiplier effect) yang                          menguntungkan dan                          dapat                          dirasakan banyak                          pihak.                         Apalagi                           spending power segmen  MICE                         sekitar 8  &#8211; 10 kali                         wisatawan                          biasa.</p>
<p>Belakangan                         ini,                          kondisi  keamanan                         di Indonesia                          makin                          kondusif sehingga                          memberi image yang                         positif                           sebagai destinasi                         wisata.                          Diharapkan,                         mementum                          seperti                          ini dipertahankan                          sehingga                         kondisi                           rawan kertakit                         kegiatan                          politik                          seperti pilkada,                          pilpres                          dan pemilu                          legislatif                         tidak                          sampai  mengorbankan                         kondisi yang                          kini                          makin kondusif.                          *                          gregorius. <a href="http://drimawan.blogspot.com/2010/03/multi-effects-dari-bisnis-mice.html" target="_blank">sumber</a></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1065/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1065&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/06/03/multi-effects-dari-bisnis-mice/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.umac.mo/fba/fbahss/pics/seminars/09-3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Daerah Memenangkan Event MICE (1)</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/31/bagaimana-daerah-memenangkan-event-mice-1/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/31/bagaimana-daerah-memenangkan-event-mice-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 09:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[MICE]]></category>
		<category><![CDATA[public relations]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1049</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana Daerah Memenangkan Event MICE (1) BAT National Meeting Banyak yang mengira industri konvensi (dalam konteks luas disebut industri Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) atau meeting industry– kita perlu hati-hati dengan istilah ini, karena MICE bisa berarti empat jenis bisnis yang punya segmen berbeda) hanya terkait dengan persoalan, venue, akomodasi (hotel), transportasi, dan pemasaran. Mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1049&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Daerah Memenangkan Event MICE (1)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2008/03/2007-bat-national-meeting.jpg"><img class="size-medium wp-image-77" title="BAT National Meeting" src="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2008/03/2007-bat-national-meeting.jpg?w=300&#038;h=199" alt="BAT National Meeting" width="300" height="199" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">BAT National Meeting</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Banyak yang mengira industri konvensi (dalam konteks luas disebut  industri Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) atau <em>meeting  industry</em>– kita perlu hati-hati dengan istilah ini, karena MICE  bisa berarti empat jenis bisnis yang punya segmen berbeda) hanya terkait  dengan persoalan, <em>venue</em>, akomodasi (hotel), transportasi, dan  pemasaran. Mereka lupa satu faktor yang justru sangat penting yaitu : <strong>lobi</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktanya adalah semua kota (setidaknya ibukota  provinsi) di  Indonesia memiliki kelayakan untuk menggelar <em>event</em> MICE. Memang  tergantung pada skala dan ukuran pertemuan itu. Tapi, rata-ratanya,  dengan perkembangan yang agresif dalam bidang perhotelan dewasa ini,  semua kota itu mulai dari Aceh hingga Merauke, bisa menggelar pertemuan  250-500 orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, sebuah kota dengan variasi  venue dan hotel yang lebih besar dan didukung oleh peralatan <em>high  tech</em> untuk konferensi, tidak bisa juga mutlak-mutlakan disebut  pasti akan menyelenggarakan lebih banyak <em>event</em> MICE. Bahwa kota  ini lebih memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan kota lain,  benar, tapi jika tidak diimbangi dengan pemenuhan faktor lain seperti  pemasaran (dalam arti luas) dan lobi, juga tidak akan maksimal hasilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini perlu dijelaskan untuk tidak mematahkan kota-kota lain di  Indonesia yang sedang getol-getolnya membidik wisata MICE.<span id="more-1049"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menarik jika kita coba melihat apa yang terjadi dengan Palembang,  Sumatera Selatan (Sumsel). Kota ini sama sekali bukan termasuk ke dalam  10 destinasi wisata MICE Indonesia. Tapi soal agresifitasnya tidak perlu  diragukan lagi. Sejak 2008, misalnya, kota ini  telah menjadi tempat  penyelenggaraan event pertemuan nasional maupun internasional, sebut  saja tuan rumah Kongres XX PGRI pada Juli 2008 (2.000 orang), Muktamar  IDI November (2.500 orang), Kongres Nasional Ikatan Istri Dokter  Indonesia (IID) November 2009 (1.500 orang), Pekan Olahraga Wartawan  Nasional (Porwanas) Februari 2010 (2.500 orang), menjadi tuan rumah  Festival Keraton Nusantara VII pada September 2010 (1.000).</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian tuan rumah Jambore Nasional Pramuka 2011 (5.000 orang)  peserta dari dalam dan luar negeri, dan puncaknya di 2011 dimana Sumsel  khususnya Palembang menjadi penyelenggaraan 10 lebih cabang Olahraga  dengan 2.500 atlit Sea Games. Selain itu, kota ini juga pernah menjadi  tuan rumah sejumlah pertemuan internasional, misalnya Sidang ASEANAir  Transport Working Group ke-15, yang diikuti 10 utusan negara ASEAN plus  Amerika dan Uni Eropa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, Palembang ini menarik karena tidak masuk hitungan pihak  Kemenbudpar, yang sebelumnya sudah menggagas 10 destinasi wisata MICE  Indonesia yakni: Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan,  Batam-Bintan, Padang-Bukittinggi, Makassar, dan Manado. Saya tidak  ingin memuji, tapi aspek kepemimpinan di daerah memang sangat  berpengaruh terhadap kinerja industri ini bergerak atau mati. Tidak  banyak pemimpin daerah yang melihat nilai tambah MICE bagi daerahnya  (misalnya terhadap perkembangan sektor investasi, perdagangan, promosi  daerah, perbaikan fasilitas publik, usaha kecil dan menengah dan  seterusnya); sebaliknya jika pun ada, mereka mungkin tidak cukup cerdas  untuk memainkan strategi untuk membawa event MICE itu ke daerah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana seharusnya lobi itu dimainkan?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pasar MICE itu adalah organisasi (asosiasi), entah itu pemerintah (<em>IGO’s</em>),  swasta (<em>Corporates</em>), dan non-pemerintah (<em>NGO’s</em>).  Semua punya potensi. Pasar <em>corporates</em> itu memang kecil-kecil  (pesertanya) tapi cukup sering mereka menggelar pertemuan. Keunggulan  Singapura justru karena mampu membidik pasar ini, dan jika dikumpulkan  jumlah wisatawan (pesertanya) bisa banyak juga per tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah pertama bagi daerah untuk mengembangkan MICE ini tentu saja  harus berpijak dari pemahaman terhadap pasar ini: bagaimana  karakteristiknya, bagaimana organisasinya, bagaimana pola pertemuan yang  dimilikinya (berotasi atau bukan), siapa pemegang hak untuk menetapkan  tuan rumah dan bagaimana mereka menetapkannya (apakah dengan <em>bidding</em> terbuka atau ditetapkan dalam rapat dewan eksekutif  asosiasi/organisasi), dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian pemahaman organisasi/asosiasi ini sangat penting.  Coba bayangkan, untuk asosiasi/organisasi kesehatan saja ada begitu  banyak asosiasi-asosiasi turunan yang eksis secara internasional maupun  nasional, misalnya ikatan dokter gigi, ahli bedah, ahli ginjal, asosiasi  obat dan seterusnya. Begitu juga asosiasi/organisasi yang bersifat  ekonomi, politik, ormas, dan lainnya. Kalau didata, akan ada ratusan  bahkan ribuan asosiasi/organisasi. <strong>(</strong><strong>Jones sirait -</strong><strong> Pusat Analisis Informasi Pariwisata). </strong><a href="http://infopariwisata.wordpress.com/2010/03/31/bagaimana-daerah-memenangkan-event-mice-1/" target="_blank">sumber</a><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1049/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1049/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1049/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1049/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1049/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1049/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1049/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1049/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1049/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1049/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1049/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1049/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1049/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1049/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1049&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/31/bagaimana-daerah-memenangkan-event-mice-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adproindonesia.files.wordpress.com/2008/03/2007-bat-national-meeting.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BAT National Meeting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Back To Basic : Langkah Awal Menjadi Event Organizer</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/back-to-basic-langkah-awal-menjadi-event-organizer/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/back-to-basic-langkah-awal-menjadi-event-organizer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 06:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[MICE]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[talent]]></category>
		<category><![CDATA[team work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1042</guid>
		<description><![CDATA[Langkah Awal Menjadi Event Organizer Beberapa tahun ke belakang Event Organizer (EO) mengalami perkembangan yang sangat signifikan dikarenakan peluangnya sangat besar untuk dikembangkan sebagai usaha profesional, dan terutama anak-anak muda sangat menyukai Event Organizer. Peluang bisnis EO sangat menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa EO yang profesional. Event organizer adalah jasa penyelenggaraan kegiatan dan merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1042&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Langkah Awal Menjadi Event Organizer</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa tahun ke belakang Event Organizer (EO) mengalami perkembangan yang sangat signifikan dikarenakan peluangnya sangat besar untuk dikembangkan sebagai usaha profesional, dan terutama anak-anak muda sangat menyukai Event Organizer.</p>
<p style="text-align:justify;">Peluang bisnis EO sangat menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa EO yang profesional.</p>
<p style="text-align:justify;">Event organizer adalah jasa penyelenggaraan kegiatan dan merupakan usaha yang dilakukan untuk mempermudah rencana meyelenggaraka sebuah event.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis menyarankan beberapa hal terutama untuk pemula atau yg baru akan memulai usaha,<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Tetapkan Pangsa Pasar/ Market Bisnis Yg Akan Dituju</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai EO pemula atau yang akan memulai sebaiknya tentukan kemana EO kita bawa, ke spesialis atau ke umum, tapi yang pemula lebih bagus ke spesialisasi dulu seperti : konser musik, otomotif, expo atau pameran, <em>wedding ceremony</em>, atau seminar dan berbagai kegiatan perusahaan atau organisasi (launching, munas, rakernas dll). Dengan begitu kita bisa fokus untuk mengembangkan EO kita. Dan seiring berkembangnya perusahaan kita bisa mengembangkan/ diversifikasi EO ke pangsa pasar yang lebih luas.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Kuatkan Menajemen Keuangan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu EO. Kita harus menunjuk seorang Direktur Keuangan atau minimal Bagian Keuangan, karena biasanya sebagai EO pemula kita belum mendapat kepercayaan dari sponsor dan biasanya pula kita harus mengeluarkan modal kita semua dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan manajemen keuangan kita yang solid maka menjadi <em>entry point</em> kekuatan EO kita.<br />
Buat juga perkiraan rugi labanya di setiap event, buatkan juga rekening khusus dan jangan dicampur campur.<span id="more-1042"></span><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Bentuk Teamwork Yang Solid</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Elemen yang menentukan juga maju tidaknya EO kita, pilih beberapa orang yang punya kemampuan dibidang masing-masing, jangan terlalu banyak/ gemuk teamworknya, sedikit tapi punya kemampuan manajerial dalam memajukan EO, saran penulis untuk pertama 5 orang team inti sudah bisa menjalankan usaha EO, tapi akan bisa ditambah atau kita sesuaikan dengan situasu kondisi, misal ada sebuah event dan membutuhkan tenaga tambahan kita cari tenaga tambahan yg <em>part time</em> bersifat, dengan begitu kita mengefisiensikan anggaran.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Bangun Kepercayaan Dengan Konsumen Dan Sponsor</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Elemen yang kesekian yang harus kita penuhi, ini juga faktor penentu suatu EO tetap survive atau mati dengan perlahan. Jadi kita buat suatu komitmen dengan team kita bahwa setiap event harus sukses. Ini juga <em>entry point</em> bagus untuk ke depan mencari sponsor, karena biasanya sponsor agak jual mahal bila berhadapan dengan EO yang baru dan biasanya pihak sponsor melihat kinerja teamwork kita. Setelah kegiatan event berjalan sukses baru pihak sponsor menawarkan kerja sama lebih lanjut, karena semakin sukses suatu event maka akan semakin dipercaya oleh sponsor.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. </strong><strong> Buat Pemetaan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yang penulis maksud dengan pemetaan adalah membuat daftar daftar penting yang berhubungan dengan kegiatan kita, contohnya :</p>
<p style="text-align:justify;">-       hotel kita buat daftar dan klasifikasi mulai dari fasilitas dan berapa saja harga sewa <em>convention hall</em> kita buat daftar yang lengkap</p>
<p style="text-align:justify;">-       daftar sponsor yang bisa kita ajak kerja sama</p>
<p style="text-align:justify;">-       daftar media</p>
<p style="text-align:justify;">-       daftar <em>contact person</em> baik itu untuk perizinan dan lainnya yang sifatnya sangat berperan penting dan berhubungan dengan setiap event event yang kita adakan</p>
<p style="text-align:justify;">-       daftar alat alat/<em>equipment</em> yang akan selalu kita sewa</p>
<p style="text-align:justify;">-       daftar manager artis dan lainnya</p>
<p style="text-align:justify;">Dan masih banyak lainnya yang bisa kita sesuaikan dengan event organizer kita ke pangsa pasar mana.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. </strong><strong>Buat Schedul Atau Jadwal Kegiatan Kita Untuk Satu Tahun Ke depan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena kita sudah menuju profesional jadwal kegiatan kita harus sudah ada untuk 1 th ke depan karena inilah faktor utama kita mendapatkan hasil atau profit, agar masyarakat tidak jemu kita kemas kegiatan kita dan buat berbeda tiap bulan.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. </strong><strong>Pembagian <em>Job Description</em> Yang Jelas</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini juga sangat penting agar progres setiap event berjalan dengan baik dan hasil yang kita harapkan sesuai dengan konsep yang disepakati. Jadi menjelang ada event sudah kita bagi <em>job description</em> masing-masing dan harus melaporkan progresnya masing-masing pada setiap meeting. Hal ini untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap event, karena sukses tidaknya suatu event sangat bergantung dengan kesiapan, koordinasi dan kerjasama antar teamwork.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. </strong><strong>Persiapkan Modal</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yang penulis maksud adalah modal dalam arti luas yaitu modal untuk tempat usaha baik untuk pembuatan CV atau PT untuk legalitas usaha modal tempat usaha tapi penulis sarankan untuk EO pemula sebaiknya gunakan rumah atau ada tempat yang layak karena untuk efisiensi biaya, dan modal kerja untuk awal kegiatan kita termasuk operasional kantor(telepon,fax,internet dll) dan operasional awal event yang akan kita jalankan.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. </strong><strong>Pilih Event Yang Tidak Mengandung Resiko</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kita mengadakan event, resiko untung rugi pasti ada, tapi yang dimaksud penulis adalah, karena kita pemula atau baru mengawali bisnis EO alangkah bagusnya kita cari event yang minim resiko, contohnya :</p>
<p style="text-align:justify;">-       launcing suatu produk dari perusahaan</p>
<p style="text-align:justify;">-       seminar</p>
<p style="text-align:justify;">-       Musyawarah Daerah (Musda) suatu organisasi, Musyawarah Nasional (Munas) dan lainnya</p>
<p style="text-align:justify;">-       <em>wedding ceremony</em> atau pesta pernikahan atau ulang tahun</p>
<p style="text-align:justify;">-       perlombaan pemilihan pitra-putri, fashion show<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. </strong><strong>Ikuti Wadah Organisasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini sangat penulis sarankan, karena dengan adanya wadah organisasi/asosiasi EO sangat membantu perkembangan perusahaan kita, kita dapat berbagi pengalaman dan saling bertukar pengalaman dan saling membantu baik itu informasi atau dalam bentuk lainnya. (anas zulham)</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://anaszulham.wordpress.com/2009/01/02/langkah-awal-menjadi-event-organizer/" target="_blank">sumber</a></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1042/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1042&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/back-to-basic-langkah-awal-menjadi-event-organizer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Mengikuti Bazaar dan Pameran</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/tips-mengikuti-bazaar-dan-pameran/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/tips-mengikuti-bazaar-dan-pameran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 05:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[MICE]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1037</guid>
		<description><![CDATA[Tips Mengikuti Bazaar dan Pameran Mengikuti pameran merupakan cara yang paling efektif untuk memperoleh tambahan jumlah pembeli. Bayangkan, pameran sekelas Inacraft bisa mendapat kunjungan tak kurang dari 125.000 pengunjung lokal dan 793 buyers dari 74 negara (catatan tahun 2008). Sedangkan Jakarta Fair tahun 2007 dikunjungi 2.579.000 orang. Mustahil tak satu pun dari ribuan bahkan jutaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1037&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Tips Mengikuti Bazaar dan Pameran</strong></p>
<div id="loadarea"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/22/2157522p.JPG" border="0" alt="" width="298" /></div>
<p style="text-align:justify;">Mengikuti pameran merupakan cara yang paling efektif untuk memperoleh  tambahan jumlah pembeli. Bayangkan, pameran sekelas Inacraft bisa  mendapat kunjungan tak kurang dari 125.000 pengunjung lokal dan 793 <em>buyers</em> dari 74 negara (catatan tahun 2008). Sedangkan Jakarta Fair tahun 2007  dikunjungi 2.579.000 orang. Mustahil tak satu pun dari ribuan bahkan  jutaan orang tersebut yang tidak mampir ke stan Anda bukan?</p>
<p>Karena  itu, pilihlah pameran yang paling tepat untuk mengetahui peluang pasar  untuk produk Anda. Untuk mengikuti pameran berskala besar di Jakarta  Convention Centre atau di SMESCO, tentu Anda harus mengetahui kapasitas  produksi Anda. Bila kapasitas produksi Anda belum cukup besar, Anda  dapat mengikuti bazaar yang banyak digelar di gedung-gedung perkantoran  atau di pusat dagang seperti ITC.<span id="more-1037"></span></p>
<p><strong>Mempersiapkan pameran</strong><br />
Mengingat  banyaknya kompetitor di ajang pameran dagang, sudah seharusnya Anda  mempersiapkan dengan baik partisipasi Anda. Carilah informasi mengenai  bazaar atau pameran yang akan diadakan di suatu tempat jauh-jauh hari  sebelumnya. Hubungi penyelenggara pameran untuk mengetahui persyaratan  yang diperlukan.</p>
<p>Menurut Doddy Hidayat, Ketua ASEPHI (Asosiasi  Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) untuk wilayah DKI Jakarta, <em>booking </em>stan pada <em>fair organizer</em> biasanya sudah harus Anda  lakukan 10-12 bulan sebelum pameran. Hal-hal yang perlu Anda perhatikan  saat mem-<em>booking</em> stan antara lain:</p>
<ul>
<li> Memilih lokasi stan yang  strategis, misalnya di <em>hoek</em>.</li>
<li> Membuat desain stan yang  menarik.</li>
<li> Menyewa seorang <em>professional decorator</em> atau <em>professional  displayer</em>. Anda bisa meminta foto-foto stan yang pernah mereka  kerjakan untuk mengetahui hasil kerja mereka.</li>
<li> Peluang potongan harga  untuk stan dengan menjadi anggota asosiasi dagang tertentu yang sesuai  produk Anda.</li>
</ul>
<p>Sekitar 3-6 bulan sebelum pameran, siapkan bahan  promosi dan publikasi, seperti kartu nama, katalog produk dan daftar  harga, <em>flyer, website, direct mailing</em>, undangan, <em>press kit</em>,  brosur, <em>banner</em>, stiker, termasuk cindera mata untuk  pengunjung. Komunikasikan juga rencana kehadiran Anda di pameran.</p>
<p>“Anda  harus punya <em>website</em>, karena ini penting untuk menambah <em>image</em> perusahaan Anda. Atau membuat <em>account</em> di situs-situs jejaring  sosial. Facebook itu kan sekarang menjadi kekuatan baru di dunia  pemasaran,” ujar Doddy.</p>
<p>Pada tahap ini Anda juga perlu menjalin  kerjasama dengan <em>fair organizer</em>, dengan cara mengirim data  perusahaan, <em>press release</em>, dan <em>trade press</em>, serta  mengirimkan profil perusahaan kepada kontraktor stan. Pelajari juga <em>exhibitor  manual</em>, untuk mengetahui apa saja dokumen partisipasi yang perlu  Anda lengkapi. Bila <em>fair organizer</em> melakukan kegiatan publikasi  dan promosi, ikuti juga aktivitas ini.</p>
<p>Bagaimana agar pengunjung  yang belum tahu mengenai produk kita itu mau berkunjung ke stan kita?</p>
<p>Menurut  Doddy, pengunjung pameran harus diciptakan. Waktu yang lama saat  persiapan pameran bisa digunakan untuk mengorganisasikan calon  pengunjung.  Sekitar 2-3 bulan sebelum pameran, kirimkan <em>press  release</em> ke media, dan<em> visitor mailing</em> untuk pelanggan. Hal  ini harus diulangi pada 3-4 minggu sebelum pameran. <em>Visitor mailing</em> dan rencana partipasi perlu diinformasikan kembali ke media.</p>
<p>“Pada  hari pertama pameran, paling tidak sudah ada 3 pengunjung yang sengaja  Anda datangkan. Setelah itu pengunjung lainnya bisa <em>go show</em> aja,” katanya. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2009/12/14/10162392/Tips.Mengikuti.Bazaar.dan.Pameran." target="_blank">sumber</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1037/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1037/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1037/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1037&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/tips-mengikuti-bazaar-dan-pameran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/22/2157522p.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Social Media Marketing Perlu Riset dan Insight</title>
		<link>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/strategi-social-media-marketing-perlu-riset-dan-insight/</link>
		<comments>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/strategi-social-media-marketing-perlu-riset-dan-insight/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 04:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adproindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[adpro indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event organizer]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing communication]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adproindonesia.wordpress.com/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Strategi Social Media Marketing Perlu Riset dan Insight &#160; Mantra Social Media Marketing &#38; Public Relations yang selama ini banyak didengung-dengungkan hanya dua. Yakni conversations dan engagement. Seperti disebut oleh The Cluetrain Manifesto: Markets are conversations. Di era social media, konsumen bukan lagi individu-individu pembeli, namun berjejering, yang saling bercakap-cakap satu sama lain. Jejaring konsumen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1031&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Strategi Social Media Marketing Perlu Riset dan Insight</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Mantra Social Media Marketing &amp; Public Relations yang selama ini  banyak didengung-dengungkan hanya dua. Yakni <strong>conversations</strong> dan <strong>engagement</strong>. Seperti disebut oleh <a href="http://www.cluetrain.com/" target="_blank">The Cluetrain Manifesto</a>:  <em>Markets are conversations</em>. Di era social media, konsumen bukan  lagi individu-individu pembeli, namun berjejering, yang saling  bercakap-cakap satu sama lain. Jejaring konsumen yang saling bertukar  info inilah yang membuat pasar menjadi kian cerdas dan kritis. Apa boleh  buat, iklan tradisional via media (radio, cetak, teve, dan bahkan web)  dan berbagai taktik marketing lain yang berjaya di era sebelum social  media, kini tidak cukup lagi untuk merebut hati konsumen.</p>
<p style="text-align:justify;">Perusahaan/merek harus melengkapi strategi pemasaran tradisional  mereka dengan pemasaran media sosial yang karakternya adalah percakapan <em>(conversations)</em>.  Tentu saja, percakapan itu pada suatu titik harus bisa meningkat ke  tahap <em>engagement</em> supaya bukan hanya meningkatkan brand  awareness, tetapi juga dapat menciptakan penjualan dan loyalitas merek.<span id="more-1031"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dua mantra inilah yang selama ini banyak dipraktekkan  perusahaan/merek Indonesia di berbagai medium sosial terutama Facebook  dan Twitter. Mereka biasanya membuat akun di Facebook dan Twitter,  melengkapinya dengan Fanpage dan lain-lain. Kemudian, mereka sibuk  membangun percakapan dengan pengguna media sosial melalui akun-akun  tersebut, dengan berbagai taktik.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang berhasil. Banyak yang gagal.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa? <strong>Karena dua  mantra conversations dan engagement itu baru benar separo</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Benar separo? Ya!.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya perhatikan, kebanyakan  perusahaan/merek melakukan percakapan yang sesungguhnya tidak bermakna  untuk konsumen sehingga lama-kelamaan eksistensi mereka di media sosial  diabaikan oleh pengguna media sosial. Perhatikan, banyak akun merek di  media sosial yang jumlah fans/follower/friends – nya terbatas. Kalau pun  banyak, setelah diteliti lebih dalam, tidak melakukan percakapan. Para  fans/follower/friends yang banyak itu menjadi fans/follower/friends  “mati”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kondisi seperti itu,  peningkatan status dari “<em>conversations</em>” ke “<em>engagement</em>”  adalah kemustahilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kecuali manajemen media sosialnya  yang kurang tepat, perusahaan/merek yang gagal di media sosial  kemungkinan besar karena melangkah terburu-buru tanpa dilandasi dua  matra lain: <strong>riset</strong> dan <strong>insight</strong>!</p>
<p style="text-align:justify;">Ini terbukti dari banyak kasus,  budget perusahaan/merek untuk dua hal tadi nol besar di Social Media  Marketing &amp; PR.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal kita tahu, riset “mengapa  konsumen bersedia menjadi fans/follower/friends sebuah merek” misalnya,  sangat menentukan content yang dibawa ketika membangun “<em>conversation</em>“.  Padahal kita tahu, kepingan informasi kecil pun bisa menjadi <em>insight</em> yang bagus membangun “<em>conversations</em>” yang mengarah ke  “engagement”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, dari sudut pandang saya,   Social Media Marketing bukan hanya <em>conversations</em> dan <em>engagement</em> semata. Namun <em>conversations</em> dan <em>engagement</em> yang  dilandasi oleh riset dan <em>insight</em> terus menerus. Oleh Nukman Luthfi. <a title="Strategi Social Media Marketing Perlu Riset dan Insight" href="http://virtual.co.id/blog/cyberpr/strategi-social-media-marketing-perlu-riset-dan-insight/" target="_blank">sumber<strong> </strong><strong> </strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adproindonesia.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adproindonesia.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adproindonesia.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adproindonesia.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adproindonesia.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adproindonesia.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adproindonesia.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adproindonesia.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adproindonesia.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adproindonesia.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adproindonesia.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adproindonesia.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adproindonesia.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adproindonesia.wordpress.com/1031/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adproindonesia.wordpress.com&amp;blog=3005676&amp;post=1031&amp;subd=adproindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adproindonesia.wordpress.com/2010/05/29/strategi-social-media-marketing-perlu-riset-dan-insight/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc99196e29c98cc670b98a00438fb4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adproindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
